Grid.ID – Prahara hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Melalui pengacaranya, Minola Sebayang, Ruben Onsu secara tegas menanggapi isu miring yang menyebut dirinya lepas tanggung jawab atas cicilan rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Bosan terus-menerus dipojokkan dan menjadi sasaran framing negatif, Ruben Onsu kini mendesak agar aset rumah mewah tersebut segera dijual dan dibagi rata.
Jika Sarwendah berkeinginan untuk tetap menguasai rumah tersebut, Ruben memberikan syarat yang sangat jelas: bayar haknya sebesar 50 persen.
Rumah Hasil Jerih Payah Ruben Seutuhnya
Minola Sebayang meluruskan sejarah kepemilikan rumah tersebut untuk membantah klaim sepihak. Ia menyatakan bahwa rumah tersebut awalnya dibeli oleh Ruben Onsu dan sertifikatnya pun atas nama Ruben.
"Rumah itu dulu dibeli oleh Ruben Onsu, sertifikatnya atas nama Ruben Onsu. Namun, atas permintaan S (Sarwendah), rumah itu direnovasi besar-besaran sampai dihancurkan dan dibangun kembali," ungkap Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Biaya renovasi tersebut mencapai angka yang fantastis, yakni lebih dari Rp11 miliar. Ruben Onsu membayar biaya tersebut secara bertahap melalui 41 kali transfer kepada kontraktor, yang tak lain adalah mendiang ayah mertuanya sendiri.
Terbebani Cicilan Rp379 Juta per Bulan
Demi mewujudkan rumah idaman sang istri, Ruben rela mengagunkan sertifikat rumah tersebut ke Bank BCA dengan nilai pinjaman sekira Rp10,5 miliar. Hingga saat ini, Ruben masih menanggung beban cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan.
Minola menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebut rumah tersebut terancam dilelang karena Ruben macet membayar. Menurutnya, jika saat ini terjadi keterlambatan, hal itu dipicu oleh rasa kecewa Ruben terhadap transparansi pengeluaran yang ditagihkan kepadanya.
"Ruben lelah. Cicilan bank dibayar, kartu kredit dibayar, uang nafkah anak ratusan juta juga jalan. Tapi saat ditanya rinciannya, tidak pernah dikasih. Bahkan ada tagihan plastik sampah saja sampai Rp9 juta," tegas Minola.
Desak Jual atau Bayar Ganti Rugi
Gerah dengan drama yang terus berlanjut di media sosial dan live TikTok, Ruben Onsu menawarkan solusi tegas untuk mengakhiri perselisihan harta gana-gini ini.
"Sekarang kan masih dalam agunan di bank. Kalau mau selesai, Ruben maunya rumah besar itu dijual saja. Hasilnya bagi dua," ujar Minola.
"Tapi kalau S (Sarwendah) ingin memiliki rumah itu sepenuhnya, silakan. Tapi dia harus keluarkan 50 persen dari nilai rumah itu untuk membayar bagian Ruben. Jadi jangan diklaim itu hasil jerih payahnya sendiri, sementara semua biaya pembangunan dari Ruben," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan penjualan rumah maupun syarat pembagian 50 persen yang diajukan oleh pihak Ruben Onsu.
Sebagai informasi, masalah ini memuncak ketika kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, membeberkan ke publik bahwa rumah tinggal yang ditempati Sarwendah dan anak-anak dijadikan jaminan utang perusahaan milik Ruben Onsu. Dalam konferensi pers pada akhir Mei lalu, pihak Sarwendah mengeklaim bahwa cicilan utang tersebut telah menunggak selama dua tahun.
"Kami memegang surat-surat dari bank, mulai dari peringatan pertama (SP1), kedua, hingga ketiga. Ini semua sudah tidak dibayarkan sejak Juni 2024," ujar Abraham Simon.
Pihak Sarwendah menyayangkan sikap Ruben, karena menurut mereka, sebelum akta kesepakatan perceraian ditandatangani, Ruben telah menyetujui untuk menanggung cicilan tersebut hingga lunas tanpa membebankan Sarwendah. Namun, kesepakatan tersebut dinilai telah diabaikan.
Di tengah perdebatan harta, Ruben juga mengeluhkan sulitnya bertemu ketiga anaknya. Ruben merasa jadwal pertemuan selalu tidak pasti, bahkan tersiar kabar Sarwendah telah membawa anak-anak pindah rumah tanpa koordinasi dengan Ruben.
Hingga saat ini, perselisihan kedua pesohor ini masih menunggu titik temu dalam proses mediasi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7/2026) mendatang. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)