Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi

rctiplus.com
1 hari lalu
Cover Berita
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan KoordinasiNasional | sindonews | Minggu, 19 Juli 2026 - 17:02

Video dua orang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap dan diborgol di Myanmar viral di media sosial (medsos). WNI itu mengaku menjadi korban penyekapan dan penyiksaan hingga berujung diperas dengan tuntutan uang tebusan hingga Rp220 juta yang dimintakan kepada keluarganya di İndonesia.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko mengatakan bahwa pihaknya telah memonitor kejadian dugaan penyekapan terhadap dua WNI di Myanmar.

“Siap, sudah (dimonitor). Yang jelas kami telah melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan di Myanmar,” kata Untung saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).

View this post on Instagram

A post shared by SINDOnews (@sindonews)

Meski begitu, Untung tidak bisa menjelaskan lebih lanjut terkait upaya pembebasan dua WNI. Keduanya diduga berada di wilayah yang rawan konflik khususnya wilayah perbatasan Myawaddy (Myanmar).

Baca Juga:Polisi Jamin Hak dan Kewajiban Roy Suryo serta Dokter Tifa Tetap Terlindungi

Diketahui, wilayah Myawaddy adalah zona konflik bersenjata yang tidak dikuasai oleh militer Myanmar melainkan oleh kelompok pemberontak Persatuan Nasional Karen (KNU).

Selain itu, wilayah tersebut juga dikenal lokasi sindikat penipuan daring (scam) internasional dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). “Karena keduanya bekerja pada perusahaan scamming yang lokasinya di wilayah pemberontak,” ujarnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Korban KM Nurul Salsa Kembali Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
• 23 jam lalu
0
thumb
Link Download Logo HUT ke-81 RI Resmi, Lengkap dengan Pedoman dan Template
• 15 jam lalu
0
thumb
Polri Dalami Pengadaan Tanah Sepolwan di Ciputat-Lembang: Masih Penyelidikan
• 7 jam lalu
0
thumb
J&T Cargo Bagikan 7 Tips Packing Untuk Hindari Kerusakan Barang
• 9 jam lalu
0
thumb
YLBHI Sebut Label LGBT sebagai Ancaman Nonmiliter Berpotensi Picu Persekusi, Minta Presiden Bertindak
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.