J&T Cargo Bagikan 7 Tips Packing Untuk Hindari Kerusakan Barang

jpnn.com
21 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mengirim berbagai jenis barang, proses packing menjadi salah satu faktor penting dalam membantu menjaga keamanan barang selama pengiriman.

Kerusakan barang saat proses pengiriman masih menjadi salah satu kekhawatiran yang sering dialami masyarakat, terutama ketika mengirim barang pecah belah seperti peralatan makan, keramik, kaca, hingga barang elektronik.

BACA JUGA: J&T Cargo Siapkan Infrastruktur Layanan Untuk Hadapi Peak Season Ramadan

Selain faktor distribusi, kualitas packing juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi barang selama perjalanan.

Kesalahan seperti menggunakan kardus yang tidak sesuai ukuran, membungkus barang dengan pelindung yang minim, atau membiarkan ruang kosong di dalam kemasan dapat menyebabkan barang lebih rentan terhadap benturan.

BACA JUGA: Kantor J&T di Jagakarsa Disatroni Komplotan Pencuri

Oleh karena itu, proses packing menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kondisi barang hingga sampai ke tangan penerima.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengiriman yang aman, J&T Cargo membagikan beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang mudah pecah maupun barang yang memerlukan perlindungan ekstra.

BACA JUGA: Hakim Sebut Djaka Budhi Utama Terima Suap Rp 21 M dari Bos Blueray Cargo John Field

"Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal, "ujar Muhammad Danu Permadi selaku Network Traning Supervisor J&T Cargo Indonesia dalam siaran persnya.

Berikut tujuh langkah yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang:

1. Gunakan Bubble Wrap Secara Menyeluruh

Pastikan seluruh permukaan barang terlindungi, terutama bagian sudut dan sisi yang rentan terhadap benturan.

2. Pilih Kardus yang Kokoh dan Sesuai Ukuran Barang

Gunakan kardus yang proporsional agar barang tidak memiliki ruang gerak berlebih selama proses pengiriman.

3. Isi Ruang Kosong di Dalam Kardus

Tambahkan foam, kertas, atau bubble wrap sebagai bantalan agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

4. Berikan Perlindungan Ekstra pada Bagian yang Rentan

Bagian seperti pegangan, sudut, atau permukaan kaca memerlukan lapisan pelindung tambahan untuk mengurangi risiko benturan.

5. Rekatkan Kardus Menggunakan Lakban yang Kuat

Pastikan seluruh sisi kardus tertutup rapat untuk menjaga kekuatan kemasan selama proses pengiriman.

6. Gunakan Double Box untuk Perlindungan Tambahan

Barang yang mudah pecah atau memiliki nilai tinggi sebaiknya menggunakan metode double box untuk memberikan perlindungan ekstra.

7. Tempelkan Label "Fragile"

Label ini membantu memberikan informasi bahwa paket memerlukan penanganan yang lebih hati-hati.

Selain memperhatikan teknik packing, pemilihan material pelindung yang sesuai juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan barang. Pengirim disarankan menggunakan kardus yang masih kokoh, bubble wrap, foam, maupun material pengisi lainnya sesuai dengan karakteristik barang yang akan dikirim.

"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperhatikan kualitas kemasan sebelum mengirim barang sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan pengalaman pengiriman menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima," tambah Danu Permadi.

Melalui edukasi ini, J&T Cargo berharap makin banyak masyarakat memahami bahwa keamanan pengiriman juga dipengaruhi oleh persiapan yang dilakukan sebelum barang diserahkan untuk dikirim.

Dengan packing yang tepat, risiko kerusakan dapat diminimalkan sehingga barang dapat tiba di tujuan dalam kondisi yang lebih aman. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengiriman Barang Lebih Cepat Melalui Penerbangan DHL Express, Langsung Hongkong-Jakarta


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Strategi Paramount Land Jaga Penjualan Rumah di Era Bunga Tinggi
• 5 jam lalu
0
thumb
Mulai Lirik Dunia Akting, Betrand Peto Justru Tak Ingin Ketagihan Main Sinetron
• 2 jam lalu
0
thumb
Istana: Jangan Kaitkan Presiden Soal Proses Hukum Eks Jampidsus
• 22 jam lalu
0
thumb
Tempat Wisata Populer di Kota Tua Sichuan, Tiongkok Dilalap Api, Rekaman Mencekam Beredar 
• 2 jam lalu
0
thumb
Ketika Kepanikan Pasar Surut, Fundamental Kembali Jadi Acuan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.