Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Surabaya mengungkapkan, stok darah golongan O, khususnya komponen Packed Red Cell (PRC) atau sel darah merah pekat, tengah mengalami penurunan signifikan. Bahkan, pada Rabu (15/7/2026) pagi, stok komponen itu sempat habis.
Dokter Galuh Yudhityas Paramita Kepala Bagian Pengawasan Mutu sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya menyebut, permintaan terbanyak dari rumah sakit saat ini memang berasal dari komponen sel darah merah, baik dalam bentuk darah lengkap (whole blood) maupun PRC.
“Permintaan terbanyak memang untuk komponen sel darah merah, baik whole blood maupun packed red cell. Kebetulan permintaan untuk golongan darah O cukup banyak sehingga jumlah donornya tidak bisa mengejar. Beberapa hari kemarin sempat terjadi penumpukan permintaan yang pelayanannya agak tertunda,” ujar dr. Yudith saat dihubungi suarasurabaya.net, Jumat (17/7/2026) malam.
Berdasarkan data terbaru hari ini, stok PRC golongan darah O hanya tersisa sekitar 41 kantong. Jumlah tersebut jauh berbeda dibandingkan stok golongan darah B yang mencapai 463 kantong.
“Kalau untuk stok sekarang, golongan darah O komponen PRC hanya sekitar 41 kantong, sedangkan golongan darah B ada 463 kantong. Jadi perbedaannya cukup signifikan,” katanya.
Menurutnya, kondisi stok darah O sangat fluktuatif. Bahkan pada pukul 08.00 pagi tadi, stok PRC golongan O sempat hanya tersisa lima kantong sebelum bertambah menjadi 41 kantong setelah ada donor yang masuk.
Sebelumnya, Rabu pagi pukul 07.00, stok PRC golongan O sempat kosong sehingga distribusi darah ke rumah sakit dan pelayanan pasien harus menunggu darah dari pendonor yang datang.
“Hari Rabu pagi jam 07.00 itu sempat kosong. Untuk kebutuhan dropping ke rumah sakit maupun pelayanan pasien sudah menunggu golongan darah O. Jadi bisa saja besok pagi kosong lagi. Memang sefluktuatif itu,” jelasnya.
PMI Surabaya mencatat rata-rata terdapat 70 hingga 100 permintaan darah setiap hari untuk seluruh golongan darah dan berbagai komponen darah. Dalam satu pasien, kebutuhan transfusi bisa mencapai lebih dari satu kantong darah.
Meski belum memisahkan data khusus permintaan golongan darah O, dr. Yudith mengakui tren kebutuhan golongan darah tersebut sedang meningkat.
Ia menegaskan, kondisi kekurangan stok tidak selalu terjadi pada golongan darah O. Berdasarkan pengalaman PMI Surabaya, beberapa bulan sebelumnya justru golongan darah A maupun B yang sempat mengalami kekurangan.
“Kalau melihat pengalaman kami, beberapa bulan lalu sempat golongan darah A yang kesulitan, sebelumnya juga pernah golongan darah B. Jadi memang bergantian. O ini juga bukan pertama kali. Permintaannya bisa berubah-ubah dan situasional, tidak bisa dipolakan misalnya setiap bulan tertentu pasti naik,” tuturnya.
PMI Surabaya mengajak masyarakat, khususnya pemilik golongan darah O yang sudah memenuhi jeda waktu donor, untuk segera mendonorkan darahnya agar stok kembali aman dan kebutuhan pasien di rumah sakit tetap terpenuhi.
“Lewat Suara Surabaya kami dari UTD PMI Kota Surabaya mengimbau rekan-rekan donor yang sudah waktunya mendonorkan darah kembali dan memiliki golongan darah O. Kami sangat mengharapkan kehadiran dan sumbangsih Anda untuk membantu sesama,” pungkasnya.(lta/wld/faz)





Komentar (0)