Bekasi Fajar (BEST) Bidik Marketing Sales Rp600 Miliar dari Investor Jepang dan China

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk. (BEST) tetap optimistis mencapai target marketing sales sekitar Rp600 miliar pada 2026 meski sektor manufaktur tengah menghadapi tekanan dan pelemahan nilai tukar rupiah masih membayangi perekonomian.

Perseroan menilai permintaan terhadap kawasan industri masih terjaga, terutama dari sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan tinggi seperti data center, logistik, hingga industri makanan dan minuman (F&B).

Sekretaris Perusahaan BEST Herdian, mengatakan hingga kuartal I/2026 perseroan telah membukukan penjualan lahan industri seluas 2 hektare dengan nilai marketing sales sekitar Rp55 miliar.

"Capaian tersebut masih sejalan dengan target perusahaan untuk mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (17/7/2026).

Sejauh ini, BEST belum mengubah target marketing sales tahun ini dan menilai minat investasi ke kawasan industri memang melambat, tetapi permintaannya masih cukup terjaga.

Menurut Herdian, hal itu terlihat dari masih berlangsungnya berbagai penjajakan investasi, terutama dari sektor data center, pergudangan dan logistik termasuk cold storage, serta industri makanan dan minuman.

Baca Juga

  • Bekasi Fajar (BEST) Kantongi Permintaan 70 Hektare Lahan, Sektor Data Center Dominan
  • Bekasi Fajar (BEST) Bidik Penjualan Rp600 Miliar pada 2026
  • Nomura Singapore Dekap 964,75 Juta Saham Bekasi Fajar (BEST)

Oleh karena itu, perseroan tetap mengedepankan strategi pemasaran yang adaptif dengan fokus pada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan positif.

Di sisi lain, pelemahan rupiah dinilai dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik investasi Indonesia bagi investor asing. Namun, Herdian menegaskan keputusan investasi tidak hanya ditentukan oleh nilai tukar.

Menurutnya, investor juga mempertimbangkan kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, keandalan utilitas, kemudahan berusaha, hingga prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, pemilihan kawasan industri juga dipengaruhi lokasi yang strategis, kedekatan dengan ekosistem rantai pasok, biaya konstruksi, akses transportasi, serta kualitas layanan pengelolaan kawasan.

Dari sisi permintaan, pipeline investasi BEST saat ini masih didominasi oleh sektor data center, logistik dan pergudangan, makanan dan minuman (F&B), packaging, serta sejumlah sektor industri lainnya.

Adapun berdasarkan asal negara, Jepang masih menjadi investor yang paling aktif melakukan investasi maupun ekspansi di kawasan MM2100. Selain itu, minat investasi juga datang dari perusahaan-perusahaan Indonesia, China, Korea Selatan, Timur Tengah, serta sejumlah negara Asia lainnya.

"Ke depan kami optimistis sektor-sektor tersebut masih memiliki prospek yang baik seiring meningkatnya kebutuhan pengembangan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, serta transformasi digital yang mendorong permintaan terhadap kawasan industri berkualitas," kata Herdian.

Untuk mengejar target marketing sales sekitar Rp600 miliar pada tahun ini, BEST mengandalkan sejumlah strategi.

Strategi tersebut mulai dari memperluas jaringan pemasaran melalui kerja sama dengan agen pemasaran dan konsultan properti industri hingga meningkatkan daya saing kawasan melalui penyediaan infrastruktur dan utilitas yang andal.

Perseroan juga mulai memperkenalkan BeFa Industrial Hub, produk pergudangan modern multifungsi yang dilengkapi fasilitas premium.

Memasuki paruh kedua 2026, BEST akan semakin memperkuat strategi untuk menarik investor melalui peningkatan kualitas infrastruktur dan utilitas kawasan, transformasi digital layanan, serta fokus menyasar sektor-sektor yang masih bertumbuh seperti data center, logistik, F&B, dan packaging.

Selain memperluas kolaborasi dengan agen pemasaran dan konsultan properti industri, perseroan juga mempererat kerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi investasi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saham RMKE Jatuh setelah Resmi Stock Split
• 9 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Serahkan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti ke Kejagung Hari Ini
• 5 jam lalu
0
thumb
PAM Bakal Mati 6 Hari, Warga Cengkareng Mulai Tampung Air di Ember dan Galon
• 10 jam lalu
0
thumb
Jumlah Merchant QRIS di Sulteng Tumbuh 36,69%, Transaksi Naik 348%
• 7 jam lalu
0
thumb
MK Tegaskan Prioritas Izin Tambang Tak Boleh Tunjuk Langsung, Parameternya Harus Jelas
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.