Saham RMKE Jatuh setelah Resmi Stock Split

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terkoreksi pada perdagangan Jumat (17/7/2026), sehari setelah perseroan resmi menjalankan aksi korporasi stock split.

Saham RMKE Jatuh setelah Resmi Stock Split. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) terkoreksi pada perdagangan Jumat (17/7/2026), sehari setelah perseroan resmi menjalankan aksi korporasi stock split (pemecahan nilai nominal saham) dengan rasio 1:5.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, saham RMKE turun 4,84 persen ke level Rp472 per saham.

Baca Juga:
KIJA Lepas 292,5 Juta Saham Hasil Buyback, Peroleh Dana Rp52,5 Miliar

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,68 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 9,94 juta saham.

Pelemahan tersebut terjadi setelah BEI menyesuaikan harga teoritis saham RMKE pasca stock split yang mulai efektif diperdagangkan pada Jumat (17/7).

Baca Juga:
BTN Jadwalkan RUPSLB, Perubahan Pengurus Tunggu Keputusan Danantara

Mengacu pada pengumuman BEI Nomor Peng-00135/BEI.POP/07-2026, harga penutupan saham RMKE pada akhir cum di Pasar Reguler, Kamis (16/7), berada di level Rp2.480 per saham dengan nilai nominal lama Rp100 per saham.

Seiring pelaksanaan stock split dengan rasio 1:5, nilai nominal saham berubah menjadi Rp20 per saham.

Baca Juga:
Anak Usaha TCPI Kantongi Kredit Rp114,2 Miliar Tambah Armada Kapal

Dengan demikian, BEI menetapkan harga teoritis RMKE pada perdagangan perdana pasca stock split sebesar Rp496 per saham, yang diperoleh dari pembagian harga penutupan Rp2.480 dengan rasio stock split lima banding satu.

BEI juga menyesuaikan harga dasar saham RMKE untuk perhitungan Indeks Harga Saham (IHS) Individual menjadi 41.200, sesuai formula yang ditetapkan bursa.

Meski terkoreksi pada perdagangan hari ini, saham RMKE sebelumnya mencatatkan reli yang cukup signifikan. Sejak awal Juli 2026, saham emiten jasa logistik dan infrastruktur energi tersebut telah menguat sekitar 20,98 persen.

Pelaku pasar tampaknya memanfaatkan momentum efektifnya stock split untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan harga yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, penyesuaian harga pasca stock split juga kerap memicu peningkatan aktivitas perdagangan dan volatilitas jangka pendek. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Usai Kebakaran TPA Cipayung, Truk Sampah yang Terkena Panas Api Kembali Beroperasi
• 42 menit lalu
0
thumb
Truk Listrik Solusi Atas Jerat Impor dan Subsidi BBM
• 10 jam lalu
0
thumb
BGN Ngaku Masih Punya Tunggakan Rp1,6 Triliun, Belum Bayar EO hingga Konsultan
• 2 jam lalu
0
thumb
Persib Bandung Resmi Perpanjang Kontrak Bek Asal Brasil, Julio Cesar De Freitas
• 4 jam lalu
0
thumb
Kapal Wisata Memuat 45 Orang Tenggelam di Perairan Tanjung Katupa Bima
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.