IHSG Kamis Pagi Dibuka Naik ke Level 6.056

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 16 Juli 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.056,746.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak fluktuatif dan melemah sebanyak 13,251 poin setara 0,22 persen ke level 6.028,720. IHSG sempat naik ke level tertinggi 6.076 dan terendah di 6.024.

Sebanyak 230 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 240 saham emiten lainnya melemah, dan 243 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,179 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,291 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.544,002 triliun.

Baca Juga :

Rupiah Dibuka ke Rp18.071/USD, Kamis 16 Juli 2026  

(Ilustrasi. Foto: Dok MI) IHSG kemungkinan bergerak mixed Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 15 Juli 2026, IHSG ditutup menguat tipis 2,45 poin atau 0,04 persen ke level 6.041,97.

Pergerakan IHSG didorong oleh sikap wait and see investor di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu perilaku risk-off global, ditambah dengan kewaspadaan pasar terhadap dinamika kebijakan moneter di Amerika Serikat serta stabilitas fundamental ekonomi domestik, termasuk fluktuasi nilai tukar Rupiah dan arah kebijakan suku bunga.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari indeks Dow Jones yang naik 0,29 persen, S&P 500 menguat 0,38 persen, dan Nasdaq yang terangkat 0,62 persen.

Pasar saham AS menguat karena rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan membuat investor optimis bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga.

Sentimen positif ini semakin kuat berkat laporan laba perusahaan yang memuaskan, terutama dari sektor perbankan dan perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft dan Amazon yang ikut terangkat oleh kinerja positif ASML.

Meskipun ada tekanan dari aksi jual saham produsen cip serta kekhawatiran akibat konflik AS-Iran, hasil ekonomi yang melandai dan keuntungan perusahaan besar tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga saham.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG kemungkinan akan bergerak mixed, meskipun ada potensi profit taking (aksi ambil untung),” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mensos Pastikan Seluruh Rekomendasi BPK Ditindaklanjuti
• 16 jam lalu
0
thumb
Daftar Makanan yang Bikin Jerawat Makin Parah
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Tindaklanjuti Dugaan Rasuah di Tebo
• 15 jam lalu
0
thumb
Bukalapak (BUKA) Habiskan Dana IPO Terbesar di BEI Rp21,9 Triliun
• 40 menit lalu
0
thumb
Menkop: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Akan Disesuaikan dengan Kinerja Usaha
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.