REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin menyalurkan bantuan pemenuhan gizi bagi 127 anak di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Bantuan senilai Rp164.625.000 ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting melalui Program InJourney Lawan Stunting.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menyampaikan hal tersebut di Banjarbaru, Rabu (15/7). Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat.
Secara keseluruhan, perusahaan menyalurkan total bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp319.625.000. Bantuan tersebut menyasar empat sektor prioritas, yaitu kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas hunian masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dukungan untuk Pendidikan dan Kreativitas Siswa
Di bidang pendidikan, melalui Program InJourney Cerdaskan Bangsa, perusahaan memberikan bantuan perbaikan halaman sekolah kepada SDN 3 Landasan Ulin Utara senilai Rp30 juta. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik.
Selain itu, bantuan pembangunan panggung sekolah senilai Rp50 juta juga diserahkan kepada SMP Negeri 15 Banjarbaru. Panggung ini diharapkan dapat menjadi sarana kegiatan seni, budaya, pembelajaran, serta pengembangan kreativitas para siswa.
Peduli Lingkungan dan Rumah Layak Huni
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, perusahaan menyerahkan bantuan mesin pencacah sampah kepada LPM Guntung Payung, Desa Guntung Damar, senilai Rp25 juta melalui Program InJourney Airports Peduli Lingkungan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat, mengurangi timbunan sampah, dan memberikan nilai ekonomi dari pengolahan sampah organik.
Sementara itu, melalui Program InJourney Airports Rumah Layak Huni, perusahaan menyalurkan bantuan renovasi rumah senilai Rp50 juta kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini merupakan wujud kepedulian untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal agar lebih sehat, aman, dan layak huni.
Millyas menyatakan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai program yang memberikan dampak nyata. Ia menyebut bandara bukan hanya sebagai pusat konektivitas transportasi udara, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Banjarbaru,” ujarnya menambahkan.
Komentar (0)