Permudah Akses Pasien Lansia hingga Disabilitas, RSUD Dr. Soetomo Tata Layanan Transportasi Online

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Tingginya mobilitas di RSUD Dr. Soetomo Surabaya mendorong rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu menata layanan transportasi bagi pasien dan pengunjung dengan menetapkan sejumlah titik penjemputan dan pengantaran resmi untuk driver online.

Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa Direktur RSUD Dr. Soetomo mengatakan bahwa setiap hari rumah sakit melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 pasien rawat jalan di poliklinik. Aktivitas tersebut juga didukung sekitar 5.000 karyawan tetap, ditambah 2.000 hingga 3.000 peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan tenaga lainnya yang beraktivitas setiap hari.

“Tentu kebutuhan transportasi sangat besar. Oleh karena itu, hal ini menjadi sebuah terobosan untuk membantu pasien, keluarga pasien, pengunjung, hingga karyawan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Layanan itu menurutnya, akan bermanfaat terutama bagi pasien lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun pasien dengan kondisi kesehatan yang membatasi kemampuan berjalan jauh dari satu gedung ke gedung lainnya.

Dia menjelaskan, RSUD Dr. Soetomo sebelumnya juga telah menyediakan layanan medical check up (MCU) dan pengantaran obat. Saat ini, terobosan diperluas melalui layanan antar-jemput untu membantu mobilitas di kawasan rumah sakit yang memiliki luas sekitar 18 hektare.

“Kami juga sudah menentukan titik drop off dan pick up agar lebih rapi karena sudah terintegrasi dengan sistem parkir rumah sakit. Harapannya pasien tidak perlu lagi mencari kendaraan di luar area rumah sakit,” katanya.

Selain mempermudah pasien, pihaknya berharap penataan titik jemput juga bisa mengurangi kendaraan yang selama ini menunggu penumpang di luar pagar rumah sakit dan bisa membantu arus lalu lintas menjadi lebih tertib.

Sementara itu, Muhammad Chairil Head of Strategic Partnership GoTo mengatakan, kerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo menyediakan empat titik jemput di lokasi dengan mobilitas tertinggi sebagai tahap awal.

Titik tersebut berada di area depan rumah sakit, Gedung Pusat Diagnostik Terpadu (GPDT), kawasan poliklinik, serta area Graha Amerta dan gedung layanan di sekitarnya.

“Yang kami kedepankan adalah keteraturan dan layanan. Mobilitas di RSUD Dr. Soetomo cukup tinggi sehingga kami ingin menghadirkan transportasi yang mudah diandalkan tanpa membuat lalu lintas semakin padat,” ujarnya.

Pihaknya menjamin, sudah memberikan edukasi kepada mitra pengemudi agar memahami pelayanan di fasilitas publik. Kehadiran transportasi daring di rumah sakit menurutnya, harus membantu mobilitas pasien, bukan justru menimbulkan kemacetan.

Seperti diketahui, RSUD Dr. Soetomo melayani lebih dari 500 ribu kunjungan rawat jalan, sekitar 40 ribu pasien rawat inap, dan 75 ribu kunjungan instalasi gawat darurat (IGD) setiap tahun.

Tingginya angka kunjungan tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan layanan transportasi online dalam mendukung sektor kesehatan.(ris/rid)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenperin Perkuat Infrastruktur Kompetensi untuk Siapkan Tenaga Kerja Industri yang Adaptif Teknologi
• 1 jam lalu
0
thumb
Mensesneg: Wisma Serbaguna GBK Dikembalikan ke Negara
• 9 jam lalu
0
thumb
Astra Motor Sulsel Gelar Gebyar Honda Jagoanku di Lima Daerah, Hadirkan Promo Menarik
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo Terima Usulan Kuntadi Jadi Calon Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah
• 9 jam lalu
0
thumb
Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.