Harga Emas dan Perak Terbang Lagi, Terima Kasih Amerika!

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak kembali melonjak ditopang kabar baik dari Amerika Serikat (AS).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (14/7/2026) ditutup di posisi US$ 4053,89 per troy ons. Harganya melonjak 1,33%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harga emas ambruk 2,9% pada Senin kemarin.

Pada hari ini, Rabu (15/7/2026) pukul 06.38 WIB, harga emas nyaris stagnan dengan melemah 0,008% ke US$ 4053,59 per troy ons.



setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini memicu harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengambil sikap yang lebih lunak terhadap kebijakan suku bunga.

Penguatan juga didorong pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,66% ke 100,919. Pelemahan ini membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Inflasi AS pada Juni melambat menjadi 3,5% secara tahunan (year on year/yoy) dari 4,2% pada Mei, sementara inflasi inti bulanan tetap di 0%, lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Baca: BEI Rilis Daftar Saham HSC, Akhirnya Kabar Baik Datang dari AS & China

Secara bulanan, Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami penurunan sebesar atau mencatat deflasi 0,4%, melampaui ekspektasideflasi 0,1%. Ini merupakan deflasi eprtama sejak Mei 2020 dan kontraksi bulanan terbesar sejak April 2020 atau awal Covid-19.

Data tersebut membuat pelaku pasar berubah arah. Mereka membatalkan perkiraan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan akhir Juli.

"Harga emas melesat setelah data inflasi AS (CPI) yang jauh lebih rendah dari perkiraan. Inflasi utama turun tajam, sementara inflasi inti tidak berubah. Kondisi ini diperkirakan akan memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, setidaknya pada pertemuan Juli dan September," ujar Tai Wong, analis logam independent, kepada Reuters.

Meski demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan prioritas bank sentral tetap mengembalikan inflasi ke target 2%. Investor kini menantikan rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS pada Rabu sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.

Baca: 10 Lembaga Dunia Ramal Harga Perak, Benarkah Masa Depannya Suram?

Di sisi lain, konflik AS-Iran kembali memanas setelah Iran menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania.

Sementara itu, militer AS melancarkan serangan selama lima jam terhadap target-target Iran dalam perebutan kendali Selat Hormuz. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat pekan dan berpotensi kembali memicu tekanan inflasi.

Harga perak juga ikut terbang. 

Merujuk Refinitiv,harga perak pada perdagangan Selasa (14/7/2026) ditutup di posisi US$ 58,63 per troy ons. Harganya melesat 1,7%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya ambruk 3,7% pada Senin kemarin.

Pada hari ini, Rabu (15/7/2026) pukul 06.38 WIB, harga perak menguat 0,23% ke US$ 58,76 per troy ons.


(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
XLSmart, Telkomsel, Indosat Selangkah Lagi Kantongi Frekuensi Baru
• 15 jam lalu
0
thumb
OJK Ungkap 2,8 Juta Calon Nasabah Ditolak Bank karena Terindikasi Judol
• 19 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap 3 Maling Motor di Depok, Hasil Curian Dipakai Nginap Hotel
• 19 jam lalu
0
thumb
Mendagri Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Dana Desa: Kalau Salah, Ada Pidana
• 9 jam lalu
0
thumb
Amman Mineral Sebut Smelter yang Rusak Sudah Beroperasi Penuh sejak Juni 2026
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.