KAI Daop 2 minta masyarakat Cianjur tidak beraktivitas di jalur kereta

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Cianjur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 2 Jawa Barat, meminta masyarakat tidak beraktivitas atau berada di kawasan rel kereta api guna menghindari tertabrak kereta tidak kembali terulang seperti yang menimpa warga di Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi-Cianjur.

Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardoyo saat dihubungi, Selasa, mengatakan korban bernama Sopandi tertabrak kereta saat berjalan membelakangi KA Siliwangi yang hendak melintas pada Senin (14/7). Ia diduga tidak mendengar peluit kereta api yang telah berkali-kali dibunyikan masinis.

"Kami akan meningkatkan sosialisasi agar dipatuhi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur kereta guna menghindari hal yang tidak diinginkan termasuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur sebidang tanpa palang pintu," kata Kuswardoyo.

"Saat kejadian korban berjalan membelakangi yang kereta sedang melaju, peluit yang dibunyikan masinis berkali-kali tidak membuat korban menepi atau menghindar hingga akhirnya tertabrak," katanya.

Sementara itu Kepala Unit Kecelakaan Lalu lintas (Kanit Lantas) Kepolisian Sektor Bojongpicung Aipda Teddy Firmansyah, mengatakan Sopandi (52) warga Kampung Kondang, Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi, tewas tertabrak KA Siliwangi relasi Cipatat-Cianjur-Sukabumi saat hendak memperbaiki saluran pipa air di sekitaran rel.

Korban berjalan menyusuri rel untuk memastikan pipa yang hendak diperbaiki, namun tidak menyadari ada kereta api yang melaju di belakangnya atau dari arah Cipatat menuju Cianjur, hingga akhirnya tertabrak kereta dan terpental sejauh 10 meter.

"Korban hendak memperbaiki pipa air yang terletak bersebelahan dengan jalur kereta, saat bersamaan KA Siliwangi hendak melintas dari arah berlawanan, diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta yang sempat membunyikan peluit panjang," katanya.

Jasad korban sempat dibawa ke puskesmas setempat untuk dilakukan visum sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Korban kemudian dimakamkan tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kampung Kondang.

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun larang petani bakar jerami di dekat jalur kereta

Baca juga: KAI Sumbar tingkatkan fasilitas ramah perempuan anak dan disabilitas


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kelelahan yang Tidak Dapat Dijelaskan Mungkin Menandakan Terkurasnya Energi, Bukan Penyakit Fisik
• 12 jam lalu
0
thumb
Komdigi Nyatakan Telah Takedown 3 Juta Situs Judol dan Konten Ilegal
• 9 jam lalu
0
thumb
Bone Jadi Contoh Penilaian Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan di Sulawesi Selatan
• 11 jam lalu
0
thumb
Akankah El Niño 2026 Membuktikan Indonesia Belajar dari Sejarah?
• 21 jam lalu
0
thumb
DPR Buka Peluang Bentuk Lembaga Pengelola Aset Melalui RUU Perampasan Aset
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.