REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring berakhirnya libur sekolah. Pemkab Majalengka pun telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program itu pascalibur sekolah selama tiga pekan.
Setelah melakukan evaluasi tersebut, Bupati Majalengka, Eman Suherman, meminta agar menu makanan MBG diseragamkan. Hal itu demi mempermudah pengawasan dan menjaga kualitas.
Baca Juga
Kejagung Minta Kejati se-Indonesia Hentikan Pengumpulan Data MBG, Ini Alasannya
SPPG Karyawangi di Bandung Barat Pakai AI untuk Operasional MBG, Ini Manfaatnya
MBG Libur, Harga Sembako di Kuningan Turun
Eman menyampaikan berdasarkan pemantauan langsung dan dialog dengan anak-anak sekolah, respons terhadap program MBG sangat positif. Anak-anak mengaku senang dan berharap program itu terus dilanjutkan. Untuk meningkatkan efisiensi pengawasan dan memacu kompetisi kualitas antarpengelola, Eman pun mengusulkan agar menu makanan MBG di Kabupaten Majalengka diseragamkan dalam periode tertentu. “Saya sudah memberikan masukan agar menu makanan MBG ini di Majalengka coba diseragamkan. Satu minggu ini apa, minggu depan apa. Biar kita mudah memonitor dan mereka berkompetisi dalam hal kualitas,” ujar Eman, Selasa (14/7/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Menurutnya, jika menu dibiarkan bervariasi secara bebas, hal itu berpotensi menjadi celah bagi pengelola untuk menyembunyikan kualitas yang rendah. Dengan menu yang seragam, pihak pengawas maupun masyarakat tinggal membandingkan hasil makanan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Selain itu, Eman juga memberikan catatan kritis kepada para pengelola atau mitra pemerintah yang menyediakan makanan tersebut. Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab moral bagi para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjalankan program MBG.
Komentar (0)