Ruminating, Kebiasaan yang Perlu Dihindari Saat Banyak Pikiran!

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi kebersamaan, namun ternyata dibalik kepedulian yang dirasakan, banyak dari kita yang membawa beban pikiran setelah melakukan suatu hal atau menerima suatu pendapat. Misalnya, masalah pekerjaan, dimarahi atasan, tugas kuliah, dibanding-bandingkan, atau bahkan berasal dari komentar keluarga sendiri. Hal-hal yang dicontohkan tersebut akhirnya berdampak pada pikiran kita, sehingga terus-menerus memikirkan untuk mencari solusinya.

Dalam kesehatan mental, kebiasaan memikirkan suatu emosi negatif secara terus-menerus disebut dengan 'ruminating'. Dengan itu kita terjebak dalam siklus overthinking yang tidak berujung, memikirkan salah yang dilakukan pada masa lampau tanpa ada solusi yang muncul. Ruminating dapat memicu rusaknya mental hingga menjadi pemicu stres, kecemasan, hingga depresi. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor yang menimbulkan kebiasaan ini, sehingga kita perlu memperhatikan bagian yang layak untuk dipikirkan dan seharusnya tidak dihiraukan.

Beberapa budaya yang berkembang di masyarakat dapat berkontribusi dalam munculnya ruminating ini. Di Indonesia sendiri, kita biasa melihat fenomena dimana opini keluarga sangat penting untuk dipertimbangkan, adanya tekanan sosial, tuntutan harapan yang tinggi, dan keputusan pribadi untuk kedepannya sering bergantung pada penilaian orang lain. Sehingga kita seringkali terikat pada apa yang menjadi harapan orang lain.

Ruminating dapat kita hindari dengan mengubah perspektif terhadap suatu masalah, salah satunya dengan melihat apakah hal tersebut memang memiliki pengaruh yang besar atau tidak kepada kita. Kita juga bisa tidak merespon hal-hal yang dirasa tidak perlu, atau bahkan tidak berdampak sama sekali dengan kelangsungan hidup. Selain itu menulis juga jadih salah satu alternatif buat menumpahkan semua isi pikiran, dengan begitu setidaknya mengurangi beban pikiran yang terus-menerus dipikirkan.

Sebagai manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial, menjaga hubungan dengan manusia lainnya adalah hal yang penting. Namun, kita juga harus memperhatikan hubungan dengan diri sendiri. Dengan cara tidak menyiksa diri melalui beban pikiran yang berlebihan. Sehingga dengan itu, kesehatan mental yang dibutuhkan oleh diri kita akan dapat tumbuh dengan lebih baik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tak Nyaman Menjawab Petugas, Warga Bisa Isi Sensus Ekonomi 2026 Secara Mandiri
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT Jadi Rp15.000 per Liter
• 13 jam lalu
0
thumb
Cerita Orang Tua Murid saat SD di Jaksel Diteror Bom
• 22 jam lalu
0
thumb
Korupsi Jampidsus: yang Hilang Bukan Hanya Uang Negara
• 9 jam lalu
0
thumb
Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS 500 Siswa SMA/SMK Triguna
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.