Memasuki lima dekade sejak peluncuran perdana Satelit Palapa A1 pada 8 Juli 1976, Indonesia terus memantapkan langkah menuju kemandirian teknologi antariksa. Momentum peringatan 50 tahun satelit nasional ini menjadi pijakan strategis untuk menyiapkan ekosistem industri satelit yang mumpuni demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ARIKSA, dan Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menggelar perayaan sekaligus refleksi atas sejarah panjang satelit Indonesia di Jakarta. Peluncuran Palapa A1 pada masanya telah menorehkan tinta emas, menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang pertama di dunia yang mengoperasikan sistem satelit komunikasi domestik.
Selain menggelar seminar, acara ini juga memamerkan berbagai teknologi satelit dan roket inovatif karya anak bangsa.
Baca Juga :
Wamendikti: Vaksin Dengue mRNA RI-Tiongkok Bukti Komitmen Majukan RisetPotensi Besar Talenta Muda
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengungkapkan bahwa talenta muda Indonesia sejatinya memiliki kapasitas yang sangat mampu bersaing di kancah global dalam hal pengembangan satelit maupun roket.
Stella mencontohkan keberhasilan Indonesia melepaskan satelit terbesar di Asia beberapa bulan lalu sebagai bukti nyata pencapaian yang perlu diketahui oleh publik luas.
"Secara potensi kita mempunyai potensi yang sangat besar, dan sekarang bagaimana secara sistematis di perguruan tinggi kita membentuk ekosistem tersebut," ungkap Stella dikutip dari Prioritas Indonesia, Metro TV, Senin 13 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia menyoroti rencana strategis pemerintah yang tengah mengkaji pembangunan bandar antariksa di Papua, tepatnya di Biak. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat krusial secara geografis karena berada di dekat garis khatulistiwa.
"Mohon dukungannya dari masyarakat bahwa Indonesia itu sangat mempunyai potensi. Termasuk tadi lokasi di mana kita akan membangun bandar, itu tidak sembarangan. Tidak di seluruh dunia itu mempunyai tempat seperti Biak. Sehingga itu yang perlu diketahui, kita punya niche yang tidak dipunyai oleh negara-negara lain," papar Stella.





Komentar (0)