JAKARTA, KOMPAS.TV - Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menilai krisis kepercayaan publik dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan utama profesi humas.
Isu tersebut mengemuka dalam Kick-off Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan berbagai laporan global menempatkan disinformasi sebagai salah satu risiko terbesar yang dihadapi dunia.
Karena itu, praktisi humas didorong memanfaatkan AI untuk analisis sentimen publik, menjaga konsistensi pesan, hingga memperkuat kemampuan storytelling.
Namun, pemanfaatannya harus tetap mengedepankan etika, tata kelola yang baik, dan prinsip komunikasi yang bertanggung jawab.
Baca Juga: Perhumas Gelar KHI 2025, Perkuat Peran Humas Bangun Komunikasi Bangsa
"Seperti yang kita tahu AI banyak digunakan untuk komunikasi publik, dan di samping itu dengan teknologi ini, banyak orang membuat atau sengaja melakukan disinformasi. Maka itu, saya kira humas punya tantangan yang besar untuk mengadopsi AI ini sesuai dengan standar etik dan juga memberikan kontribusi baik dalam mengelola pekerjaan komunikasi publik," ujar Nezar, dikutip dari siaran pers yang diterima KompasTV, Senin (13/7/2026).
Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto mengatakan tantangan profesi humas saat ini tidak hanya datang dari perkembangan AI dan derasnya arus informasi, tetapi juga menurunnya kepercayaan publik.
Menurutnya, humas memiliki peran strategis sebagai penjaga kepercayaan yang menjembatani kepentingan masyarakat, harapan publik, dan realitas yang dihadapi bangsa.
Tantangan tersebut melatarbelakangi tema KHI 2026, yakni "Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Bangsa (A Festival of Trust and Influence)."
Perhumas juga memperkenalkan empat pilar utama yang menjadi fokus konvensi, yakni Trust in Crisis, Trust in Power, Trust in Technology, dan Trust in Culture.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Perhumas
- KHI 2026
- Konvensi Humas Indonesia
- tantangan AI
- Nezar Patria
- Konvensi Humas Indonesia 2026






Komentar (0)