Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan menyalurkan bantuan pangan beras periode Juli hingga September 2026 guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
Rizal mengatakan program bantuan pangan kembali dilanjutkan, namun pelaksanaannya masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah yang sedang diproses melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Oh ya, bantuan ini berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas," kata Rizal ditemui usai Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium di Jakarta, Senin.
Ia memastikan Bulog siap menyalurkan bantuan pangan beras selama periode tersebut setelah penugasan pemerintah dan dukungan anggaran resmi diterbitkan.
Rizal menyampaikan meski Bulog telah memiliki stok beras sekitar 5,4 juta ton, penyaluran belum dapat dimulai sebelum alokasi anggaran belanja tambahan (ABT) disetujui Kementerian Keuangan.
Baca juga: Dirut Bulog: Penyerapan gabah petani tembus 3,2 juta ton setara beras
Baca juga: Bulog finalisasi studi kelayakan pembangunan 100 gudang baru
Menurut dia, Bapanas belum dapat menerbitkan penugasan kepada Bulog sebelum kepastian anggaran tersedia sehingga seluruh tahapan administrasi harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai ketentuan pemerintah.
Rizal menegaskan kesiapan stok dan jaringan distribusi Bulog memungkinkan penyaluran bantuan pangan segera dilaksanakan begitu penugasan serta dukungan anggaran diterbitkan.
Sementara itu, Rizal memastikan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah rampung seluruhnya sehingga Bulog kini bersiap melaksanakan penugasan berikutnya pada periode Juli hingga September.
"(Distribusi bantuan pangan alokasi Februari-Maret) sudah selesai, sudah habis," imbuh Rizal.
Diketahui, pemerintah melanjutkan program stimulus bantuan pangan untuk semester II 2026 dengan total anggaran sebesar Rp18,04 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program utama yang dilanjutkan adalah bantuan pangan berupa beras selama tiga bulan, yakni Juli-September 2026.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kebutuhan anggaran Rp17,54 triliun. Setiap KPM akan mendapatkan bantuan berupa beras 10 kilogram per bulan.
“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, program ini dilanjutkan selama tiga bulan, yaitu Juli, Agustus dan September, untuk 33,24 juta penerima dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp17,54 triliun,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6).
Baca juga: Dirut Bulog gandeng Perpadi olah CBP jadi beras premium 2 juta ton
Baca juga: Bulog kejar kesepakatan ekspor beras ke Malaysia dan Singapura
Rizal mengatakan program bantuan pangan kembali dilanjutkan, namun pelaksanaannya masih menunggu penugasan resmi dari pemerintah yang sedang diproses melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
"Oh ya, bantuan ini berlanjut. Kita lagi nunggu penugasannya turun dari Bapanas," kata Rizal ditemui usai Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Pengolahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Premium di Jakarta, Senin.
Ia memastikan Bulog siap menyalurkan bantuan pangan beras selama periode tersebut setelah penugasan pemerintah dan dukungan anggaran resmi diterbitkan.
Rizal menyampaikan meski Bulog telah memiliki stok beras sekitar 5,4 juta ton, penyaluran belum dapat dimulai sebelum alokasi anggaran belanja tambahan (ABT) disetujui Kementerian Keuangan.
Baca juga: Dirut Bulog: Penyerapan gabah petani tembus 3,2 juta ton setara beras
Baca juga: Bulog finalisasi studi kelayakan pembangunan 100 gudang baru
Menurut dia, Bapanas belum dapat menerbitkan penugasan kepada Bulog sebelum kepastian anggaran tersedia sehingga seluruh tahapan administrasi harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai ketentuan pemerintah.
Rizal menegaskan kesiapan stok dan jaringan distribusi Bulog memungkinkan penyaluran bantuan pangan segera dilaksanakan begitu penugasan serta dukungan anggaran diterbitkan.
Sementara itu, Rizal memastikan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah rampung seluruhnya sehingga Bulog kini bersiap melaksanakan penugasan berikutnya pada periode Juli hingga September.
"(Distribusi bantuan pangan alokasi Februari-Maret) sudah selesai, sudah habis," imbuh Rizal.
Diketahui, pemerintah melanjutkan program stimulus bantuan pangan untuk semester II 2026 dengan total anggaran sebesar Rp18,04 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program utama yang dilanjutkan adalah bantuan pangan berupa beras selama tiga bulan, yakni Juli-September 2026.
Program tersebut ditargetkan menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kebutuhan anggaran Rp17,54 triliun. Setiap KPM akan mendapatkan bantuan berupa beras 10 kilogram per bulan.
“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, program ini dilanjutkan selama tiga bulan, yaitu Juli, Agustus dan September, untuk 33,24 juta penerima dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp17,54 triliun,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6).
Baca juga: Dirut Bulog gandeng Perpadi olah CBP jadi beras premium 2 juta ton
Baca juga: Bulog kejar kesepakatan ekspor beras ke Malaysia dan Singapura






Komentar (0)