JAKARTA, DISWAY.ID-- Polda Metro Jaya menggandeng PT Pegadaian untuk melakukan pengujian 74 keping emas yang menjadi barang bukti dugaan korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keaslian, kadar, hingga berat emas sebelum hasilnya disampaikan kepada publik.
BACA JUGA:KDKMP Unggulan Tampil di Puncak Harkopnas ke-79, LPDB Koperasi Tegaskan Komitmen Pembiayaan
Kepala Departemen Laboratorium Gemologi PT Pegadaian, Rubika mengatakan pihaknya telah menerima permintaan untuk membantu proses pemeriksaan teknis terhadap barang bukti berupa emas.
"Kami dari PT Pegadaian mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk berkolaborasi dengan institusi kepolisian. Kami akan melakukan pengujian secara teknis terhadap barang-barang berupa emas," katanya kepada awak media, Senin 13 Juli 2026.
Dijelaskannya, berdasarkan pengecekan awal secara visual, terdapat 74 keping emas yang masing-masing diperkirakan memiliki berat sekitar 1 kilogram.
BACA JUGA:Terduga Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Diamankan, Apa Motifnya?
Namun, hasil tersebut masih bersifat awal dan akan dipastikan melalui pengujian laboratorium.
"Untuk pengecekannya kami menunggu koordinasi lebih lanjut. Saat ini baru dilakukan pemeriksaan awal secara visual, sedangkan pengujian teknis akan dilakukan di laboratorium," katanya.
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menerangkan bahwa selain emas, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa mata uang asing dan rupiah.
"Barang bukti yang diamankan antara lain uang dalam mata uang USD, SGD, rupiah, termasuk emas batangan. Seluruhnya akan dilakukan pengujian sesuai mekanisme yang berlaku," kata Budi.
Menurutnya, untuk emas, pemeriksaan laboratorium akan difokuskan pada identifikasi keaslian, kadar, serta berat setiap keping emas.
BACA JUGA:Prof. Imam Subhi Buka MPLS SMA/SMK Triguna UIN Jakarta, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas
Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan diumumkan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi proses penyidikan.
"Yang pertama kita identifikasi keasliannya. Yang kedua baru kita cari kualifikasinya, yaitu kadarnya dan juga beratnya. Hari ini baru dilakukan pengecekan visual," paparnya.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)