Puluhan ARMY atau penggemar Bangtan Sonyeondan (BTS) dari Surabaya dan sekitarnya, mengaku jadi korban dugaan gagal refund jasa titip (jastip) tiket konser yang dikelola seorang pemilik komunitas penggemar dengan kerugian sekitar Rp400-500 juta.
Sarah Nailla perwakilan korban mengatakan, para penggemar awalnya mempercayakan pembelian tiket konser kepada KY karena dikenal sebagai owner salah satu komunitas ARMY di Surabaya.
“Teman-teman percaya, akhirnya jastip untuk tiket konser dan trip ini dipercayakan kepada Mbak KY,” katanya pada Senin (13/7/2026).
Dia menjelaskan, sebagian korban bahkan telah mulai menabung sejak 2022 hingga 2023 untuk bisa menyaksikan konser boy band asal Korea Selatan tersebut yang rencananya akan digelar di Jakarta.
Pelunasan biaya juga dilakukan secara bertahap, dengan pembayaran terakhir pada Januari hingga Mei 2026.
Namun, saat proses war tiket pada 9 dan 11 Juni melalui platform penjualan resmi, tim penyedia jasa titip tersebut hanya berhasil memperoleh sekitar 15 tiket.
Dia menegaskan, seharusnya peserta yang tidak mendapatkan tiket memperoleh pengembalian dana (refund), tetapi hingga kini baru sebagian kecil yang menerima uangnya kembali.
“Sampai saat ini proses refund belum ada, hanya beberapa orang saja yang sudah ter-refund,” katanya.
Para korban jastip tiket konser BTS sedang meminta pengembalian dana di salah satu kantor tour and travel di Jagir Sidosermo, Surabaya, pada Senin (13/7/1026). Foto: Risky suarasurabaya.netSelain kasus jastip tiket konser, Sarah juga menyebut bahwa pemilik jastip tersebut memiliki usaha tour and travel yang juga dikabarkan banyak membatalkan perjalanan hingga pelanggan menuntut refund dengan total kerugian diduga mencapai sekitar Rp1,7 miliar.
Saat ini, para korban menuntut KY menuntaskan pengembalian uang secepatnya. Bahkan, sejumlah korban juga langsung mendatangi kantor tour and travel yang berlokasi di Jagir Sidosermo, Surabaya.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Sarah mengatakan bahwa pihak jastip diberi waktu satu hingga dua bulan untuk menyelesaikan kewajibannya dengan mengembalikan dana para korban.
“Harapannya pasti uangnya balik. Selama ini kami mencoba menghubungi, nomor WhatsApp tidak aktif, ditelepon juga tidak bisa,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila dalam jangka waktu tersebut belum ada penyelesaian, para korban akan meminta dibuatkan surat perjanjian sebagai bentuk komitmen. Jika tetap tidak ada itikad baik, para korban menyatakan siap menempuh jalur hukum.
“Kalau sampai dua bulan tidak ada solusi, kami akan lanjut ke proses hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Armuji Wakil Walikota Surabaya menekankan agar masalah tersebut segera diselesaikan dengan mengembalikan uang korban.
Jika sampai dua bulan ke depan tidak kunjung dikembalikan, ia mengatakan bahwa para korban bisa menghubunginya kembali untuk dilakukan sidak lanjiutanya.
“Nanti kalau sampai dua bulan masih belum diganti, kita geruduk lagi, laporkan saja ke saya gak apa,” tegasnya.
Sebagai informasi, jenis tiket yang dipesan para korban melalui jastip beragam, mulai dari jenis CAT, Platinum, hingga VIP. Harganya bervariasi dari yang termurah Rp2.105.000 hingga termahal Rp5.075.000.
BTS sendiri dijadwalkan menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada tanggal 26, 27, dan 29 Desember 2026.
Konser boy group beranggotakan Kim Nam Joon (RM), Kim Seok Jin, Min Yoon-gi, Juni Ho-seok (J-Hope), Park Ji-min, Kim Tae-hyung (V), dan Jeon Jung-kook) tersebut diprediksi menarik banyak ARMY Indonesia.
Tingginya antusiasme itu, membuat penjualan tiket konser ludes hanya dalam hitungan jam, sehingga sebagian penggemar memilih menggunakan jasa titip untuk mendapatkan tiket. (ris/saf/ipg)





Komentar (0)