Polisi Bakal Libatkan FBI untuk Cek Keaslian Dolar dalam Kasus Eks Jampidsus

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat kepolisian bakal melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk melakukan pengecekan barang bukti perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Pasalnya, terdapat sejumlah barang bukti berupa uang tunai berbagai valuta, termasuk dolar Amerika Serikat (USD).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, pihaknya telah menyita berbagai barang bukti dalam kasus yang menyeret eks Jampidsus. Selain 74 keping logam mulia yang masing-masing memiliki berat 1 kilogram (kg), polisi juga menyita uang tunai berbagai valuta.

Baca Juga
  • Uji Keaslian 74 Kg Emas dalam Kasus Eks Jampidsus, Polisi Libatkan Pegadaian
  • Yusril Soroti Penyerahan Perkara Eks Jampidsus dari Polri ke Kejaksaan, Begini Katanya
  • Istana Belum Terima Usulan Pengganti Jampidsus, IM57+ Khawatir Independensi Kejagung

"Jadi nanti akan dilakukan uji terkait tentang Singapore Dolar, US Dolar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura, dan Bank Indonesia," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2026).

Selain itu, polisi juga melibatkan PT Pegadaian untuk menguji puluhan logam mulia yang disita. Uji logam mulia itu akan dilakukan di laboratorium untuk memastikan keaslian dan kualifikasi emas tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Tadi dari teman kita dari Pegadaian Pusat sudah menyampaikan, nanti hasilnya dari 74 lempeng ini akan disampaikan hasilnya kepada eman-teman sekalian," kata dia.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Menurut dia, pengujian itu merupakan salah proses yang harus dilakukan sebelum barang bukti itu diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, penanganan perkara lanjutan kasus itu telah diserahkan kepada Kejagung.

"Ini merupakan suatu proses dalam penyerahan penanganan perkara lanjutan yang ditangani oleh joint investigation kepada Kejaksaan Agung," kata Budi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Setelah Banjir Melanda Guangxi, Tiongkok Banyak Ular Bermunculan di Sawah dan Sekitar Rumah
• 6 jam lalu
0
thumb
Potret Pertemuan Menhan Sjafrie Bersama Satgas PKH, Tak Ada Kapolri
• 5 jam lalu
0
thumb
BPS Imbau Masyarakat Jawab Sensus Ekonomi 2026 dengan Jujur
• 6 jam lalu
0
thumb
Kronologi Kebakaran Hebat di Pulogadung Tewaskan 3 Orang
• 22 jam lalu
0
thumb
Imigrasi Pangkas Bebas Visa 87 Persen untuk Perketat Seleksi WNA Berkualitas
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.