Konflik Iran-AS Memanas, Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp18.124 per Dolar AS

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah menembus level Rp18.124 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan Senin (13/7/2026).

Pelemahan mata uang Garuda seiring dengan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB rupiah dibuka melemah tipis sebesar 0,33% ke level Rp18.124.

Selain rupiah terhadap dolar AS, pelemahan terjadi terhadap mayoritas mata uang Asia lainnya. Pelemahan terbesar terhadap dolar AS terjadi untuk won Korea yang terdepresiasi sebesar 0,39%, diikuti yen Jepang dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 0,23%.

Mata uang dolar Singapura terhadap dolar AS juga turun 0,18%, ringgit Malaysia melemah 0,14%, peso Filipina terhadap dolar AS juga terdepresiasi sebesar 0,11%, dan yuan China melemah sebesar 0,06%

Sebaliknya, dolar Taiwan mampu menguat terhadap dolar AS sebesar 0,23% dan rupee India menguat 0,07%.

Baca Juga

  • Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 10 Juli 2026
  • Penyebab Nilai Tukar Rupiah Menguat Hari Ini, Jumat 10 Juli 2026
  • Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.083 per Dolar AS

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pasar diperkirakan masih menghindari aset berisiko (risk-off) setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. 

Kondisi tersebut memicu penguatan dolar AS sebagai aset safe haven sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi global.

"Di sisi domestik, minimnya katalis diperkirakan membuat rupiah sulit keluar dari tekanan," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Tidak adanya agenda rilis data ekonomi penting dari Indonesia menyebabkan pergerakan mata uang Garuda lebih dipengaruhi sentimen eksternal.

Selain itu, sentimen pasar secara umum juga dinilai belum berpihak pada rupiah, seiring investor yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta potensi gangguan terhadap pasokan minyak global.

Dengan kombinasi faktor tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak melemah terhadap dolar AS pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Pelaku pasar juga akan terus memantau perkembangan geopolitik dan pergerakan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan masih menjadi penggerak utama pasar keuangan global dalam jangka pendek.

Ketidakpastian yang masih tinggi berpotensi menjaga volatilitas nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
15,845 Koperasi Desa Merah Putih Set to Begin Operations in August  
• 4 jam lalu
0
thumb
WN Swiss Dituntut 1 Tahun 3 Bulan Bui di Kasus Hina Hari Raya Nyepi
• 5 jam lalu
0
thumb
Pengkhianatan Elite Penegak Hukum, Jauh dari Pancasila dan Asta Cita?
• 23 jam lalu
0
thumb
Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom SD Srengseng Jaksel
• 4 jam lalu
0
thumb
Siap Rebut Hak Asuh Anak, Ini Janji Ruben Onsu ke Sarwendah Jika Kedua Putrinya Ikut Dengannya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.