BMKG: Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta Berpotensi Bertahan hingga Lebaran

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas ekstrem di wilayah Jakarta masih berpotensi berlangsung hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, sekitar 20–22 Maret 2026.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan suhu panas yang dirasakan masyarakat beberapa hari terakhir kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

"Masih berpotensi (terasa panas hingga 20-22 Maret 2026)," kata Guswanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Kenapa Cuaca Jakarta Hari Ini Terasa Sangat Panas? BMKG Ungkap Penyebabnya

Menurut Guswanto, suhu maksimum di Jakarta sempat mencapai 35,6 derajat Celsius. Kondisi ini dipengaruhi oleh langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang minim.

Situasi tersebut membuat radiasi matahari dapat menembus atmosfer secara optimal dan langsung mencapai permukaan bumi. Kondisi ini diperkirakan masih terjadi selama masa peralihan musim.

"BMKG mencatat suhu maksimum hingga 35,6 derajat Celcius dan indeks UV masuk kategori ungu atau artinya bahaya ekstrem," ujarnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat paparan sinar matahari berada pada tingkat tertinggi.

Warga disarankan menghindari paparan langsung matahari terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas Landa Jakarta dalam Beberapa Hari Terakhir

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan, seperti topi, payung, kacamata hitam, serta pakaian berlengan panjang.

"Gunakan tabir surya atau sunscreen dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi," jelas Guswanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MenPAN-RB Ajak Masyarakat Kawal Layanan Publik Via SKM dan SP4N-LAPOR!
• 20 jam laludetik.com
thumb
Jepang dan Korsel "Tak Bergerak" Meski Trump Minta Bantuan di Selat Hormuz
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
EDGE Raih Fasilitas Kredit US$665 Juta untuk Pengembangan Pusat Data
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
idEA Ungkap Penyebab Pengiriman Belanja Online Lama Jelang Lebaran
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
[FULL] LBH & Komisi III DPR Soroti soal Perburuan Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis | SAPA PAGI
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.