Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idEA mengungkap alasan pesanan belanja online lama diterima oleh pembeli menjelang Lebaran 2026. Keluhan ini juga menjadi sorotan publik karena menjadi pembahasan di media sosial.
Sekretaris Jenderal idEA Budi Primawan mengatakan, lonjakan pesanan memang biasanya terjadi menjelang Lebaran. “Menjelang Lebaran biasanya terjadi lonjakan pesanan yang sangat tinggi dalam waktu singkat,” kata Budi kepada Katadata.co.id, Senin (16/3).
Kondisi ini berdampak ke seluruh rantai pasok yang juga mengalami tekanan. Hal ini mulai dari proses penjemputan barang di penjual, penyortiran di gudang logistik, hingga distribusi last mile oleh kurir.
Dalam kondisi seperti ini, tantangan yang sering muncul biasanya terkait kapasitas gudang sortir yang sangat padat. Tak hanya itu, Budi menyebut juga terjadi pergerakan paket antarkota yang meningkat tajam.
Ketersediaan kurir juga menjadi kendala yang terjadi dalam kondisi tersebut. “Ketersediaan kurir terbatas di beberapa wilayah yang harus menangani volume pengiriman jauh lebih besar dari hari biasa,” ujarnya.
Budi mengatakan, beberapa perusahaan logistik juga merupakan anggota idEA. Ia memastikan idEA melakukan koordinasi di dalam ekosistemnya untuk mengantisipasi hal tersebut.
Ia memastikan platform dan mitra logistik sama-sama berupaya menyesuaikan kapasitas operasional. “Ini termasuk melalui penambahan kurir sementara, optimalisasi jaringan gudang, dan penguatan monitoring pengiriman selama periode peak season,” kata Budi.
Di sisi lain, Budi juga mengingatkan penjual juga perlu memastikan keamanan pesanan barang di tengah tingginya lonjakan belanja online menjelang lebaran. Ia juga meminta konsumen tetap teliti sebelum membeli, serta memanfaatkan fitur komplain jika ada kendala.
Konsumen Mengeluh Pesanan Belanja Online Tak Kunjung DiterimaSebelumnya, keluhan terkait lamanya pengiriman barang dari belanja online mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Seperti salah satu penjual pakaian di platform e-commerce, yaitu Chic Choc. Melalui akun resmi Instagram @chicchoc.id, penjual ini mengunggah keluhannya yang merasa bingung, capek, dan frustasi menerima komplain dari pembeli karena paket masih lama berada di gudang jasa logistik.
“Beberapa minggu terakhir, komplain yang masuk ke Chicchoc meningkat drastis. Masalahnya hampir sama, paket tidak bergerak berhari-hari, status pengiriman tidak jelas, bahkan ada yang berminggu-minggu di gudang,” kata Chicchoc.
Lebih parahnya, penjual ini juga menerima keluhan dari pembeli yang menerima barang dalam kondisi paket sudah terbuka dan isi tidak lengkap. Padahal, penjual sudah mengemas sesuai pesanan sebelum dikirim.
Pembahasan serupa juga muncul melalui media sosial Threads. “Adakah yang lagi belanja online barangnya sampai lama banget? Padahal barangnya dari Tangerang, order dari Jumat sebelum jam empat sore sampai sekarang belum sampai juga, ekspedisinya J&T,” kata akun @saucecaramel di media sosial Threads, pada 3 Maret 2026.
Sementara itu, netizen lain dengan akun @psa.xx juga mengeluhkan hal serupa. “Demi apapun semua seller Shopee please nonaktif SPX Express dulu,” ujarnya. Unggahan ini disukai 2.900 orang dan mendapat 943 komentar.
Dari unggahan ini, banyak warganet lainnya yang meluapkan keluhan serupa. Seperti @nadyand__yang mengaku paket belanjanya sudah empat hari tertahan dalam status pengantaran kurir.




