Bisnis.com, JAKARTA - Jepang dan Korea Selatan "tak bergerak" untuk menanggapi permintaan Presiden AS Donald Trump, yang meminta para sekutunya untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Diketahui sebelumnya, Trump secara terbuka meminta negara-negara sahabat seperti China, Prancis, Inggris, Jepang, hingga Korea Selatan untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Permintaan Trump ini juga dibarengi dengan harga minyak yang melonjak akibat perang AS dan Israel melawan Iran.
Trump meminta para sekutu untuk mengirimkan kapal perang mereka bersama pasukan angkatan laut AS untuk menjaga Selat Hormuz tetap "terbuka dan aman".
“Semoga Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh kendala buatan ini akan mengirimkan kapal ke wilayah tersebut sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman dari negara yang telah sepenuhnya kehilangan kekuatannya,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (16/3/2026).
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kepada stasiun televisi NBC pada hari Minggu bahwa ia telah "berdialog" dengan beberapa negara yang disebutkan Trump dan bahwa ia mengharapkan China "akan menjadi mitra yang konstruktif" dalam membuka kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
- Trump Dicuekin Sekutu karena Minta Kapal Perang Dikirim ke Selat Hormuz
- Selat Hormuz Lumpuh, Trump Desak Negara Konsumen Minyak Turun Tangan
- Trump Serang Pusat Ekspor Iran: Saham AS Rontok, Harga Minyak Melejit
Namun sayang hingga saat ini China belum memberikan jawaban atas permintaan Trump tersebut.
Di sisi lain, Jepang secara terbuka mengatakan bahwa pihaknya belum ada rencana untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Pengiriman kapal perang Jepang ke Selat Hormuz akan dinilai bertentangan dengan konstitusi Jepang yang melarang berperang.
"Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus mempelajari apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan sesuai kerangka hukum," ujar Takaichi.
Kemudian Korea Selatan juga mempertimbangkan berbagai opsi pengiriman kapal perang, meski Trump sudah terbuka meminta bantuan akan terbukanya blokade lalu lintas pengiriman di Selat Hormuz.
Negara ginseng itu tetap waspada agar tidak terlibat dalam konflik Iran, yang juga menyeret AS dan Israel.
“Kami akan terus berkomunikasi erat dengan AS sambil dengan cermat meninjau situasi sebelum mengambil keputusan,” kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Japan Times.





