JAKARTA, KOMPAS.com- Jembatan penghubung antara Stasiun Tanah Abang dan Central Tanah Abang dipadati pengunjung yang hendak berbelanja kebutuhan Lebaran di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pantauan Kompas.com di Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang pada Senin (16/3/2026), arus pejalan kaki terlihat sangat padat dari dua arah.
Pengunjung berjalan berdesakan sehingga langkah mereka menjadi sangat lambat.
Baca juga: Halte Transjakarta di Tanah Abang Jadi Lorong Jualan Pedagang Jelang Lebaran
Jembatan sepanjang sekitar 386,4 meter dengan lebar 12,6 meter itu dipenuhi orang yang datang dari arah stasiun menuju pusat perbelanjaan maupun sebaliknya.
Kompas.com mencoba berjalan dari titik Stasiun Tanah Abang menuju Central Tanah Abang sekitar pukul 12.14 WIB.
Dalam kondisi normal, jarak tersebut biasanya bisa ditempuh sekitar dua hingga tiga menit.
Namun karena ramainya pengunjung yang hendak berbelanja kebutuhan Lebaran, perjalanan di atas jembatan itu memakan waktu jauh lebih lama.
Kompas.com baru tiba di Central Tanah Abang sekitar pukul 12.34 WIB. Artinya, untuk mencapai sisi Central Tanah Abang, perjalanan harus ditempuh sekitar 20 menit.
Kepadatan membuat pengunjung harus berjalan sangat pelan mengikuti arus di depan mereka. Beberapa kali langkah pejalan kaki bahkan terhenti karena penumpukan orang di titik tertentu.
Bahkan, ada pengunjung yang sendalnya sempat terinjak oleh orang di belakangnya. Ia pun tampak menggerutu karena langkahnya terhenti di tengah kerumunan.
Baca juga: Tradisi Belanja Baju Lebaran yang Kembali Ramaikan Pasar Tanah Abang
Belum lagi, sejumlah orang yang membawa karung besar berisi barang belanjaan yang melintas di tengah kerumunan.
Mereka yang memanggul barang kerap meminta pejalan kaki lain memberi jalan agar bisa lewat lebih dulu.
Kondisi itu membuat arus pejalan kaki beberapa kali tersendat.
Situasi ini membuat ruang gerak pengunjung menjadi sangat terbatas meskipun jembatan tersebut memiliki lebar lebih dari 12 meter.