PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang Idul fitri. Stok BBM saat ini berada di atas 21 hari.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, mengatakan persiapan pasokan BBM untuk periode Maret, termasuk masa mudik Lebaran, sudah dilakukan sejak awal tahun 2026.
“Baik yang diproduksi oleh kilang maupun yang kita harus melakukan importasi. Sehingga enggak ujug-ujug nih, tiba-tiba kami harus melakukan importasi di bulan Maret. Produksi kilang sendiri,” kata Mars Ega di SPBU Pertamina KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3).
Menurut dia, sejak Januari 2026 Pertamina Patra Niaga telah mengunci sebagian besar kontrak pengadaan energi. Sekitar 90 hingga 95 persen pasokan sudah diamankan melalui kontrak jangka panjang sebelum memanasnya situasi geopolitik global, sementara sisanya dipenuhi melalui skema spot.
“Hari ini stok itu di atas 21 hari, itu sebetulnya akan rolling terus ada top-up pengisian. Patra Niaga melakukan kontrak pengadaan itu sifatnya ada dua, ada yang term long-term, ada yang spot-spot,” tuturnya.
Dari sisi produksi, Ega memastikan PT Kilang Pertamina Internasional saat ini dioperasikan pada kapasitas maksimal.
“Kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi konteksnya quantity. Bagaimana kilang ini menghasilkan quantity sebanyak-banyaknya saat ini. Bukan lagi kami berorientasi optimasi profit kilang,” jelas Ega.
Produksi kilang saat ini mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari. Sementara itu, pengadaan dilakukan secara berkelanjutan dengan skema pengisian ulang tiap bulan, sehingga stok tetap terjaga melalui sistem yang bersifat rolling.
Untuk bahan baku minyak mentah (crude), stok di kilang berada pada kisaran 11 hingga 12 hari dalam kondisi operasi normal.
Di sisi konsumsi, Pertamina Patra Niaga memproyeksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline seperti Pertalite dan Pertamax akan meningkat sekitar 12 persen selama periode mudik Lebaran dibandingkan rata-rata normal harian.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan kenaikan konsumsi ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya penggunaan kendaraan pribadi saat arus mudik dan balik.
Sementara itu, konsumsi gasoil seperti Solar, Biosolar, dan Dex justru diperkirakan turun sekitar 14,5 persen. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang yang diterapkan oleh Kementerian Perhubungan dan kepolisian selama periode Lebaran.
“Kemudian LPG diperkirakan naik sekitar 4-5 persen. Avtur naik sekitar 2,8 persen ini juga salah satunya karena banyaknya ekstra flight juga. Flight tambahan dari maskapai di semua bandara besar khususnya,” jelasnya.
Selain itu, konsumsi minyak tanah atau kerosin juga diprediksi naik sekitar 4,2 persen. Dalam hal ini, Pertamina menyiapkan berbagai infrastruktur distribusi. Tercatat sekitar 7.800 SPBU disiagakan, didukung hampir 6.700 Pertashop di seluruh Indonesia.
Perusahaan juga menambah layanan distribusi melalui 96 unit modular BBM dan 62 Kios Pertamina Siaga yang tersebar di 64 titik. Selain itu, sekitar 200 unit motoris atau Pertamina Delivery Service disiapkan untuk menjangkau wilayah macet, terutama di jalur tol.
Untuk LPG, Pertamina mengoperasikan sekitar 6.600 agen, termasuk 6.300 agen LPG Siaga. Sementara untuk minyak tanah, disiapkan 223 agen guna memastikan pasokan tetap terjaga.
Pertamina juga mengoperasikan 2.074 SPBU yang buka 24 jam, baik di jalur tol maupun non-tol. Selain itu, sekitar 200 unit mobil tangki disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi.
Kemudian ada layanan tambahan bagi pemudik melalui Serambi MyPertamina yang tersedia di 43 titik, terutama di jalan tol serta beberapa lokasi wisata, bandara, pelabuhan, dan stasiun.
Serambi MyPertamina dilengkapi berbagai fasilitas seperti ruang istirahat, layanan kesehatan, area bermain anak, hingga fasilitas potong rambut dan kursi pijat gratis.
Sebagai tambahan stimulus, Pertamina juga memberikan diskon Rp 300 per liter untuk Pertamax dan Dex melalui aplikasi MyPertamina selama periode 13 hingga 30 Maret. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas konsumsi selama musim mudik.
Lalu ada juga program “BOOM! Berkah Ojek Online MyPertamina” dengan hadiah hingga 100 sepeda motor bagi mitra ojek online, serta menyediakan layanan mudik gratis melalui 138 bus.





