Ferry Juliantono Sebut Penyadapan terhadap Presiden Pengkhianatan, Dorong Kasus Diusut Tuntas

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Menteri Koperasi Ferry Juliantono usai rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Sumber: Humas Kementerian Koperasi/KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Syarikat Islam (SI) yang juga Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyebut kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan pengkhianatan terhadap pemerintahan. 

Hal ini disampaikannya di tengah konsolidasi jelang Aksi Rakyat Bela Indonesia di Universitas Al Azhar, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

"Peristiwa itu seperti yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, itu adalah percobaan makar dan juga kita ikuti perkembangannya. Itu merupakan pengkhianatan juga terhadap pemerintahan yang sah," ujar Ferry.

Ia juga menyatakan dukungan kepada kepolisian agar kasus penyadapan ilegal tersebut diusut tuntas. 

"Ormas-ormas Islam mendukung supaya dilakukan pengusutan yang tuntas terhadap proses percobaan makar melalui peristiwa penyadapan terhadap Bapak Presiden," ujarnya. 

Baca Juga: Bahlil soal Penyadapan Presiden: Mati di Medan Perang Lebih Berharga daripada Jadi Pengkhianat

Empat Jenderal Polisi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden

Polri awalnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap presiden.

Tiga tersangka tersebut adalah eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso. 

Tersangka diduga telah melakukan penyadapan tanpa prosedural terhadap nomor telepon Presiden RI, pejabat negara, tokoh-tokoh politik, media, tokoh ormas, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sampai para pengusaha. 

Dalam perkembangannya, Polri kembali menetapkan satu tersangka baru, yakni Irjen Slamet Uliandi. 

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto pada Kamis (5/11) mengungkap Slamet belum ditahan karena dalam kondisi sakit pascastroke. 

Sementara itu, tiga tersangka lain, yakni Listyo Sigit, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi ditahan di Mako Brimob.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • penyadapan
  • penyadapan presiden
  • penyadapan prabowo
  • syarikat islam
  • menteri koperasi
  • ferry juliantono
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tolak Saksi Baru dari JPU, Hakim Tegaskan Pemeriksaan Kasus Richard Lee Sudah Berakhir
• 9 jam lalu
0
thumb
David Pajung soal Dugaan Penyadapan Presiden: Ditempatkan Kriminalitas Dulu, Jangan Langsung Makar
• 20 jam lalu
0
thumb
Gelar Turnamen Padel Gratis, Andre Rosiade Dukung Lahirnya Atlet Berprestasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Kemnaker Sebut Pelatihan Vokasi Bisa Ciptakan Lapangan Kerja di Daerah
• 4 jam lalu
0
thumb
Ketua Fraksi PAN MPR RI Sarankan Gibran Legawa Mundur, atau....
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.