Bank Digital Ueno Kolaps, Nasabah di Paraguay Demo karena Tak Bisa Tarik Uang

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Ratusan nasabah Bank Ueno di Asunción, Paraguay, turun ke jalan untuk memprotes penutupan bank tersebut yang membuat mereka kesulitan mengakses uang simpanan. Nasabah mengaku tidak bisa melihat saldo rekening melalui aplikasi hingga menarik uang tunai dari mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/11), penutupan Bank Ueno berdampak terhadap sekitar 2,9 juta nasabah. Sejumlah nasabah mendatangi kantor cabang bank tersebut untuk meminta kejelasan mengenai nasib uang mereka setelah layanan perbankan dihentikan.

Salah satu nasabah, Deisy Asva, mahasiswi keperawatan berusia 20 tahun, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak bisa mengakses simpanannya. Uang tersebut selama ini digunakan untuk membayar biaya kuliah dan transportasi.

"Jika teknologi sudah begitu maju saat ini, bagaimana mungkin proses ini membutuhkan waktu 15 hari? Saya terpaksa harus meminjam uang dari keluarga," kata Deisy.

Keluhan serupa disampaikan Manuel Cáceres, nasabah dari Ñemby, wilayah pinggiran Asunción. Dia bersama nasabah lainnya mendatangi kantor bank untuk menuntut kepastian mengenai akses terhadap dana simpanan.

"Kami menuntut agar bisa mengakses uang yang kami simpan di Bank Ueno. Sayangnya, banyak orang, termasuk saya, harus menghabiskan pagi dengan situasi seperti ini," ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (3/11).

Situasi tersebut terjadi setelah Bank Sentral Paraguay (Banco Central del Paraguay/BCP) memulai prosedur resolusi terhadap Bank Ueno pada 3 November 2026.

Keputusan itu diambil setelah regulator menemukan rasio solvabilitas bank berada di bawah 50 persen dari batas minimum yang dipersyaratkan. Temuan tersebut muncul setelah dilakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan bank.

Melalui proses resolusi tersebut, operasional Bank Ueno dihentikan sementara. Penghentian layanan mencakup transaksi menggunakan kartu, penarikan uang tunai melalui ATM, serta akses layanan perbankan digital.

Krisis Bank Ueno juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan Paraguay. Dikutip dari Reuters, nasabah dan pensiunan mendatangi kantor-kantor cabang bank yang tutup untuk menuntut akses terhadap simpanan mereka. Perkembangan kasus tersebut turut memicu tekanan politik terhadap pemerintah Paraguay.

Untuk melindungi nasabah, BCP menyatakan simpanan masyarakat dijamin melalui Fondo de Garantía de Depósitos (FGD), atau dana penjaminan simpanan. Nilai perlindungan mencapai 75 kali upah minimum bulanan, setara sekitar 228,3 juta guaraní Paraguay per nasabah per bank.

BCP, pada Kamis (5/11), mengumumkan dimulainya pembayaran jaminan simpanan untuk kelompok nasabah pertama. Nasabah dengan total simpanan maksimal 10 juta guaraní dan tidak memiliki kewajiban utang kepada Bank Ueno termasuk dalam kelompok awal penerima pembayaran.

BCP menyatakan proses resolusi tersebut dilakukan untuk melindungi kepentingan deposan sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan Paraguay.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suporter Protes Laga Borneo FC Vs PSM Makassar Tanpa Penonton, Diumumkan H-1 Jelang Pertandingan
• 1 jam lalu
0
thumb
5 Arti Mimpi Terjebak di Dalam Gua, Pertanda Sedang Hadapi Persoalan Rumit, Berhati-hatilah
• 21 jam lalu
0
thumb
To’ Merok, Ritus Adat Tertinggi Toraja Digelar di Toraja Utara, Ratusan Rumpun Keluarga Berkumpul dalam Sukacita
• 53 menit lalu
0
thumb
Bareskrim Polri Tetapkan Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
• 19 jam lalu
0
thumb
Hercules Geram Prabowo Disadap Listyo Sigit: Pengkhianatan Terhadap Bangsa dan Negara!
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.