HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Keputusan menggelar pertandingan Borneo FC Samarinda kontra PSM Makassar tanpa penonton menuai protes dan kekecewaan dari suporter kedua tim. Terutama mereka yang sudah merencanakan perjalanan jauh untuk menyaksikan langsung laga tersebut.
Pertandingan pekan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026), tetapi dipastikan tidak dapat dihadiri penonton. Diumumkan H-1 jelang pertandingan.
Kepastian tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Borneo FC Samarinda, @borneofc.id, pada Jumat (6/11/2026), atau sehari sebelum pertandingan digelar.
Dalam pengumuman itu, manajemen Borneo FC menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Samarinda serta rekomendasi kepolisian setempat.
“Dengan mempertimbangkan dinamika situasi dan kondisi terkini di Samarinda, serta berdasarkan rekomendasi dari pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Samarinda, pertandingan Borneo FC Samarinda vs PSM Makassar Sabtu (7/11) dipastikan digelar tanpa penonton,” demikian pernyataan Borneo FC.
Manajemen klub juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
“Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif demi menjaga keamanan, ketertibab, serta kondusivitas bersama. Terima kasih atas perhatian dan pergertiannya,” lanjut pernyataan tersebut.
Komentar Suporter
Meski alasan keamanan menjadi dasar keputusan, pengumuman yang disampaikan hanya sehari sebelum pertandingan justru memicu tanda tanya di kalangan suporter.
Sebagian pendukung mempertanyakan situasi seperti apa yang membuat pertandingan harus digelar tertutup, sementara sebagian lainnya menyoroti dampak keputusan tersebut terhadap suporter tim tamu yang sudah telanjur melakukan perjalanan ke Samarinda.
Akun Instagram @malafucktaka mempertanyakan tingkat kerawanan situasi di Samarinda hingga pertandingan harus berlangsung tanpa kehadiran penonton.
“Lucuuu, segawat apa Samarinda weh?” tulisnya.
Komentar senada disampaikan akun @dandi_ojolsmd yang mengaku heran dengan kebijakan tersebut karena menurutnya selama ini situasi pertandingan di Samarinda berlangsung aman.
“Lahh knpa kadak boleh nonton emang selama ini rusuh orang aman” aja Samarinda,” tulisnya.
Sementara itu, akun @samarindafans menduga keputusan tersebut mungkin berkaitan dengan persoalan yang pernah dialami pendukung Borneo FC ketika bertandang ke Makassar pada musim sebelumnya.
“Apakah karena musim kemarin Borneo Fans ada yang di teror waktu di Makassar? Sehingga Polres merekomendasikan Tanpa Penonton?” tulis akun tersebut.
Dari kubu pendukung PSM Makassar, kekecewaan terutama tertuju pada nasib suporter yang sudah mengeluarkan biaya dan menempuh perjalanan dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan Timur.
Akun @_palliwinatanadeo menyayangkan keputusan tersebut karena dinilai merugikan pendukung yang sudah dalam perjalanan menuju Samarinda.
“Kasihan yg dari Makassar sudah otw, TOLONG MASALAH POLITIK JANGAN DI BAWA² DENGAN SEPAK BOLA,” tulisnya.
Akun @zhul_moh juga mengingatkan agar pihak terkait mempertimbangkan kondisi suporter tim tamu yang telah menempuh perjalanan jauh demi mendukung tim kebanggaan mereka.
“Bro tidak memikirkan perasaan suporter tim away yg sdh terlanjur datang jauh2 dari makassar,” komentarnya.
Kritik lebih keras datang dari akun @achmadadriawan08 yang mempertanyakan profesionalisme penyelenggaraan kompetisi karena keputusan tanpa penonton baru diumumkan menjelang pertandingan.
“Ini liga profesional atau tidak siy?? Masa apa2 di umumkannya H-1 dari pertandingan TANPA PENONTON??? Kalian gak mikir berapa biaya teman2 dari Makassar ke Kalimantan demi PSM Makassar? Tp sudah jauh2 ujung2 nya TANPA PENONTON,” tulisnya.
Beragam respons tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama yang disorot suporter bukan hanya larangan menyaksikan pertandingan secara langsung, melainkan juga waktu pengumuman yang dinilai terlalu mendadak.
Hingga pengumuman tersebut disampaikan, suporter berharap ada penjelasan lebih lanjut mengenai pertimbangan keamanan yang mendasari keputusan sekaligus perhatian terhadap pendukung yang telanjur berangkat ke Samarinda. (*)






Komentar (0)