Inflasi Provinsi Aceh mencapai 5,05 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2026 atau tertinggi di wilayah Sumatera.
IDXChannel - Inflasi Provinsi Aceh mencapai 5,05 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2026 atau tertinggi di wilayah Sumatera.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh Agus Chusaini mengatakan, inflasi Aceh pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (mtm). Meski secara bulanan relatif terkendali, laju inflasi tahunan masih tergolong tinggi.
Tingginya inflasi tersebut dipengaruhi dampak bencana yang mengganggu produksi pertanian dan distribusi barang di sejumlah wilayah.
"Bencana menyebabkan sejumlah lahan pertanian terdampak dan menurunkan kapasitas produksi dan akses jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan sehingga distribusi komoditas menjadi terganggu," ujar Agus dalam pelatihan wartawan BI Semester II-2026 di Sabang, Aceh, Kamis (5/11/2026).
Agus menjelaskan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana telah berjalan. Sebagian jalan dan jembatan sudah diperbaiki, meskipun masih terdapat jembatan yang hanya dapat digunakan secara sementara dan sejumlah ruas jalan yang belum sepenuhnya pulih.
Kondisi ini membuat distribusi barang belum berjalan optimal dan menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga di Aceh.
Di sisi lain, penurunan harga juga tidak selalu berlangsung cepat setelah terjadi kenaikan sehingga turut memengaruhi perkembangan inflasi, terutama ketika gangguan pasokan dan distribusi belum sepenuhnya teratasi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Agus Andria mengatakan, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran menjadi penyumbang inflasi bulanan Aceh terbesar pada Oktober 2026.
Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dengan andil sebesar 0,09 persen terhadap inflasi Aceh.
Sejumlah komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan antara lain cabai merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, tomat, dan ikan bandeng. Adapun komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi meliputi daging ayam ras, beras, ikan dencis, ikan tongkol, dan udang basah.
(DESI ANGRIANI)






Komentar (0)