Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD, Mendikdasmen Minta Guru Tak Fokus pada Grammar

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) meminta guru tidak terlalu menekankan penguasaan tata bahasa (grammar) dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 sekolah dasar (SD), yang akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028.

Mu’ti menilai kesalahan dalam penggunaan tata bahasa maupun pemilihan ekspresi merupakan hal wajar selama proses belajar, terutama bagi anak-anak yang baru mengenal bahasa asing.

“Salah grammar tidak apa-apa, namanya juga anak-anak. Bahkan kalau salah ekspresi juga tidak apa-apa. Yang penting maksudnya paham,” kata Mu’ti dalam kegiatan Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) di Jakarta, Kamis (5/11/2026), yang dilansir Antara.

Ia mencontohkan, siswa mungkin masih mencampurkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ketika berbicara. Namun, hal itu tidak perlu dipermasalahkan selama pesan yang disampaikan tetap dapat dipahami.

Menurutnya, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD sebaiknya berfokus pada pengenalan dasar bahasa, membangun keberanian berkomunikasi, serta menumbuhkan minat anak untuk terus belajar.

“Titik tekan dari program ini bukanlah pada ekspertis dalam Bahasa Inggris bagi anak-anak, tetapi lebih kepada mengenalkan dasar-dasar dan juga menumbuhkan rasa cinta untuk anak-anak belajar Bahasa Inggris,”

Mu’ti menekankan pentingnya pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pendekatan tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian anak, seperti bernyanyi, menonton film, maupun bermain.

Ia juga mengingatkan guru agar tidak terlalu kaku dalam mengajarkan tata bahasa dan struktur kalimat. Sebab, pendekatan yang terlalu akademis dikhawatirkan membuat siswa cepat bosan dan merasa terbebani.

“Yang penting bagaimana mereka mampu menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi,” ujarnya.

Selain memahami dasar-dasar bahasa, siswa juga perlu didorong untuk berani berbicara (speaking), menulis, dan menyampaikan pendapat dalam Bahasa Inggris.

Ia berharap penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028 tidak sekadar menambah kemampuan akademis siswa, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan keberanian menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyebab Penjualan Mobil LCGC Ambrol 11%, Dompet Warga RI Naik Kelas?
• 20 jam lalu
0
thumb
Meta Kembangkan Robot Humanoid Bersama Perusahaan China, Max Disiapkan Jadi Asisten Rumah Tangga
• 23 jam lalu
0
thumb
Ombudsman RI Soroti Lemahnya Kesiapan Pemda Tangani Karhutla Akibat Minim Anggaran
• 17 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Bakal Cecar 500 Pertanyaan ke Jokowi di Persidangan
• 9 jam lalu
0
thumb
Diversifikasi Aset Jadi Pilihan, Prudential Indonesia Tawarkan PRUProsper, Asuransi Berbasis USD 
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.