tvOnenews.com - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak melampaui layar komputer dan ponsel. Jika selama ini teknologi AI lebih banyak dikenal melalui chatbot atau asisten digital yang merespons perintah lewat suara dan teks, perusahaan teknologi kini berupaya menghadirkannya dalam bentuk mesin yang dapat bergerak dan berinteraksi langsung dengan lingkungan.
Salah satu langkah terbaru datang dari Meta. Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut dilaporkan tengah mengembangkan robot humanoid yang dapat menjadi perpanjangan fisik dari teknologi AI. Melalui proyek ini, Meta ingin menguji bagaimana kecerdasan buatan dapat diterapkan pada aktivitas sehari-hari yang selama ini membutuhkan keterlibatan manusia.
Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persaingan industri AI mulai memasuki wilayah robotika. Perusahaan teknologi tidak lagi hanya berlomba menciptakan model AI yang semakin pintar, tetapi juga mengembangkan perangkat yang mampu menjalankan instruksi di dunia nyata.
Untuk mewujudkannya, Meta menggandeng perusahaan robotika asal China, Fourier, dalam pengembangan purwarupa robot bernama Max.
Max, Robot Humanoid Meta yang Dikembangkan Bersama Fourier
Mengutip laporan The Next Web pada Minggu (1/11) waktu setempat, Meta dan Fourier berhasil merampungkan purwarupa Max dalam waktu sekitar tiga bulan. Robot tersebut dikembangkan sebagai perangkat riset internal sekaligus sarana eksperimen untuk mengintegrasikan agen kecerdasan buatan milik Meta ke dalam perangkat fisik.
Meta tidak berencana menjual Max kepada publik. Fokus pengembangannya saat ini adalah menguji kemampuan teknologi AI ketika dihubungkan dengan sistem mekanis yang dapat bergerak dan berinteraksi dengan objek.
Dari segi fisik, Max memiliki bobot sekitar 48 kilogram dengan tinggi mencapai 1,5 meter. Robot ini menggunakan chip Jetson Thor buatan Nvidia sebagai pusat pemrosesan, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi AI pada sistem robotika.
Max juga dilengkapi layar antarmuka yang dapat menampilkan berbagai ekspresi wajah. Selain pengeras suara, kedua lengannya memiliki lima jari yang dirancang agar mampu memegang dan memindahkan benda berukuran kecil secara presisi.
Pengembangan Max turut melibatkan Vice President of Product for Robotics Meta, Li-Chen Miller. Ia bahkan menghabiskan waktu hampir dua bulan di pabrik Fourier yang berlokasi di Shanghai, China, untuk terlibat langsung dalam proses pengerjaan purwarupa tersebut.





Komentar (0)