Tragedi Maut Truk Molen Bekasi, Dua Anak Korban Selamat Masih Trauma dan Terus Mencari Ibu

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, DISWAY.ID - Kecelakaan maut truk molen di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, menyisakan trauma mendalam bagi para korban selamat.

Terutama dua anak berusia 3 dan 7 tahun yang hingga kini masih menjalani perawatan di RS Juwita Kota Bekasi.

Kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 1 November 2026, tersebut mengakibatkan 12 korban.

Sebanyak enam orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA:Dua Atlet Savate Kota Bekasi Boyong Emas pada Rangkaian Eksebisi Porprov XV Jabar

Di antara korban selamat, dua anak tersebut masih membutuhkan penanganan medis sekaligus perhatian khusus karena mengalami trauma psikologis setelah menyaksikan tragedi yang merenggut enam nyawa itu.

Manajer RS Juwita, Virgi mengungkapkan, kondisi psikologis kedua anak tersebut masih terguncang.

Hal itu terlihat ketika mereka membutuhkan kehadiran sosok ibu dalam aktivitas sehari-hari selama menjalani perawatan di rumah sakit.

"Ya, kayak misalnya mau apa kayak tadi dibersihkan, diganti pakaiannya, ‘Mau Ibu mau Mama, mau Mama’ gitu. Tapi ya karena keluarga juga banyak yang mendukung ya. Emang butuh waktu sih anak-anaknya,” ungkap Virgi di Bekasi pada Selasa, 3 November 2026.

BACA JUGA:Wali Kota Bekasi Buka Career Expo 2026, Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Perluas Lapangan Kerja

Salah satu anak berusia 3 tahun bahkan harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibunya yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.

Sementara itu, anak berusia 7 tahun lainnya juga masih mengalami trauma dan membutuhkan perhatian khusus dari keluarga maupun tenaga medis.

Pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah kedua anak tersebut nantinya membutuhkan pendampingan psikologis setelah kondisi fisik mereka pulih.

Virgi mengatakan, penanganan lebih lanjut akan disesuaikan dengan hasil asesmen dokter spesialis anak yang merawat keduanya.

"Nanti kita serahkan sama dokter spesialis anaknya. Nanti kita masih menunggu asesmen berikutnya gimana," kata dia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Debat Anggaran Rp 203 T Berakhir Buntu, PM Putuskan Mengundurkan Diri
• 15 jam lalu
0
thumb
Gerindra Desak Polisi Bongkar Dalang dan Pendana Dugaan Penyadapan Prabowo
• 4 jam lalu
0
thumb
Di Balik Perang Iran, Ada Manuver Besar China di Timur Tengah
• 22 jam lalu
0
thumb
Apakah 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Dijerat Pasal Makar? Ini Kata Yusril
• 23 jam lalu
0
thumb
Catat Hotspot Terbanyak, Kalteng Jadi Fokus Penanganan Karhutla Kemenhut
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.