PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp4,57 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 10,9 persen.
IDXChannel - PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp4,57 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, mencerminkan ketahanan kinerja operasional di tengah dinamika industri mobilitas nasional.
Penguatan kinerja keuangan ini turut ditopang oleh optimalisasi siklus hidup armada. Hingga September 2026, perseroan mencatat kenaikan keuntungan dari penjualan aset tetap sebesar 38,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari perolehan tersebut, Bluebird sukses mengantongi laba bersih senilai Rp474 miliar hingga kuartal III-2026.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan selalu diselaraskan dengan efisiensi operasional serta konsistensi mutu layanan.
"Karena itu, kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan. Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai dapat menjadi fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Andre dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).
Blue Bird juga mencatat EBITDA tumbuh 16 persen yoy menjadi Rp377,5 miliar pada kuartal III-2026. Secara akumulatif hingga September 2026, total EBITDA Bluebird menembus Rp1,09 triliun, atau tumbuh 9,8 persen yoy.
Layanan taksi masih memegang porsi dominan dengan menyumbang sekitar 70 persen terhadap total pendapatan perseroan, serta tumbuh 11,1 persen yoy. Penguatan segmen ini didorong oleh peluncuran Bluebird Prime sejak Juli 2026 yang melengkapi armada Bluebird dan Silverbird di enam wilayah operasional utama, yaitu Jadetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Bali, dan Semarang.
Sementara itu, segmen non-taksi, yang meliputi shuttle Cititrans, penyewaan kendaraan, bus Bigbird, dan layanan logistik, memberikan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total pendapatan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 10,1 persen yoy.
Kemudahan pemesanan terus diperluas lewat strategi multi-channel, mengombinasikan aplikasi MyBluebird, kemitraan ekosistem digital, dan perluasan jaringan pangkalan fisik.
Menghadapi kuartal IV 2026, Bluebird mengonsolidasikan kapasitas armada untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat jelang libur akhir tahun serta aktivitas korporasi.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Andre.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)