Palembang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan sebanyak 33,2 juta kepala keluarga (KK) di Indonesia akan menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026.
Zulkifli Hasan saat kegiatan penyaluran bantuan pangan di Palembang, Rabu, mengatakan, bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok desil satu hingga desil empat.
Program tersebut merupakan kebijakan pemerintah yang telah disetujui Presiden untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh kebutuhan pangan.
Penyaluran bantuan untuk tiga bulan tersebut dilakukan sekaligus atau dirapel sehingga setiap keluarga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
"Bantuan pangan alias tidak bayar, gratis, untuk desil satu sampai desil empat. Sebanyak 33,2 juta KK akan mendapat bantuan pangan 10 kilogram bulan Oktober, 10 kilogram bulan November, dan 10 kilogram bulan Desember," katanya.
Ia juga meminta masyarakat yang masuk kategori desil satu hingga desil empat, tetapi belum menerima bantuan dan benar-benar kehabisan beras, agar mendatangi kantor Bulog untuk mendapatkan bantuan terlebih dahulu.
"Kalau Bulog belum menyalurkan, rumahnya betul-betul sudah tidak ada beras, bisa datang ke kantor Bulog, ambil dulu. Kalau desil satu sampai desil empat boleh," ujarnya.
Zulkifli menegaskan, pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan makan karena tidak memiliki beras.
"Jangan sampai pesan Bapak Presiden, ada rakyat kita yang enggak bisa makan karena enggak ada beras. Harus dibantu," kata dia.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Ihsan mengatakan untuk wilayah Sumsel, penerima bantuan pangan 961.987 PBP, dengan total beras 28.859 ton.
Bulog berkomitmen penuh dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melalui berbagai program, termasuk penyaluran bantuan pangan ini.
“Kami memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bulog terus mempercepat distribusi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Baca juga: Pemerintah siapkan 1 juta ton beras antisipasi lonjakan harga
Baca juga: Menko Pangan ingin ekspor CPO langsung tanpa negara perantara
Zulkifli Hasan saat kegiatan penyaluran bantuan pangan di Palembang, Rabu, mengatakan, bantuan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok desil satu hingga desil empat.
Program tersebut merupakan kebijakan pemerintah yang telah disetujui Presiden untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap memperoleh kebutuhan pangan.
Penyaluran bantuan untuk tiga bulan tersebut dilakukan sekaligus atau dirapel sehingga setiap keluarga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.
"Bantuan pangan alias tidak bayar, gratis, untuk desil satu sampai desil empat. Sebanyak 33,2 juta KK akan mendapat bantuan pangan 10 kilogram bulan Oktober, 10 kilogram bulan November, dan 10 kilogram bulan Desember," katanya.
Ia juga meminta masyarakat yang masuk kategori desil satu hingga desil empat, tetapi belum menerima bantuan dan benar-benar kehabisan beras, agar mendatangi kantor Bulog untuk mendapatkan bantuan terlebih dahulu.
"Kalau Bulog belum menyalurkan, rumahnya betul-betul sudah tidak ada beras, bisa datang ke kantor Bulog, ambil dulu. Kalau desil satu sampai desil empat boleh," ujarnya.
Zulkifli menegaskan, pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan makan karena tidak memiliki beras.
"Jangan sampai pesan Bapak Presiden, ada rakyat kita yang enggak bisa makan karena enggak ada beras. Harus dibantu," kata dia.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Ihsan mengatakan untuk wilayah Sumsel, penerima bantuan pangan 961.987 PBP, dengan total beras 28.859 ton.
Bulog berkomitmen penuh dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional melalui berbagai program, termasuk penyaluran bantuan pangan ini.
“Kami memastikan proses distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bulog terus mempercepat distribusi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat secara tepat sasaran dan tepat waktu.
Baca juga: Pemerintah siapkan 1 juta ton beras antisipasi lonjakan harga
Baca juga: Menko Pangan ingin ekspor CPO langsung tanpa negara perantara






Komentar (0)