Tokoh Oposisi Yair Lapid Tuduh Loyalis Netanyahu Berupaya Curi Hasil Pemilu Israel

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tel Aviv: Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menuduh loyalis Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di lingkungan lembaga keamanan berupaya mencurangi hasil pemilihan umum parlemen Knesset.

Ia pun mendesak partai-partai oposisi mengesampingkan perbedaan dan segera membentuk pemerintahan.

“Apa yang kita saksikan malam ini adalah upaya menghancurkan demokrasi dan mencuri hasil pemilu dengan bantuan loyalis pemerintah di dalam lembaga keamanan,” tulis Lapid melalui platform media sosial X, Selasa, 3 November 2026.

Melansir dari Anadolu, ia menyebut tindakan tersebut sebagai “ancaman langsung terhadap demokrasi kita” dan mendesak lembaga-lembaga negara menentang upaya itu. Lapid juga menuding pihak-pihak yang terlibat tidak bersedia menerima kekalahan.

Pernyataan Lapid muncul setelah lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Kepala Shin Bet David Zini berupaya memeriksa tiga pemimpin partai Arab dalam penyelidikan dugaan campur tangan asing dalam pemilu. Namun, menurut laporan Kan, aparat penegak hukum tidak menemukan bukti yang cukup untuk membenarkan pemeriksaan tersebut.

Jaksa Agung Gali Baharav-Miara menolak upaya Zini untuk mengategorikan penyelidikan itu sebagai perkara keamanan. Pengategorian tersebut akan memberikan kewenangan penyelidikan yang lebih luas kepada Shin Bet, demikian laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth.

Partai Likud pimpinan Netanyahu menuduh Baharav-Miara menghambat penyelidikan tersebut.

Perselisihan itu mencuat menjelang pengumuman hasil akhir pemilu yang dijadwalkan pada Rabu ini. Berdasarkan penghitungan suara, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, sedangkan blok oposisi yang dipimpin Eisenkot meraih 48 kursi. Dua daftar partai Arab secara keseluruhan memperoleh 19 kursi.

Tidak satu pun dari dua blok utama tersebut mencapai 61 kursi yang dibutuhkan untuk memperoleh mayoritas di Knesset.

Presiden Israel Isaac Herzog diperkirakan mulai berkonsultasi dengan perwakilan partai pada Rabu mengenai pembentukan pemerintahan, menurut laporan harian Maariv.

Baca juga: Eisenkot Tolak Gabung Koalisi Netanyahu, Bahkan jika Diminta Trump


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing
• 15 jam lalu
0
thumb
7 Cara Mengenali Orang yang Rapuh Dilihat dari Ucapannya Sehari-hari Menurut Psikolog
• 17 jam lalu
0
thumb
Tak Perlu VPN! Ini Cara Nonton Gratis Melbourne Victory Vs Persib di ACL 2
• 34 menit lalu
0
thumb
Gibranisti Sorot Suket Gibran: Dulu Sah, Sekarang Dikatakan Tidak Sah
• 19 jam lalu
0
thumb
Kembali Merumput Bersama Sassuolo, Jay Idzes Bicara Jujur soal Kondisinya Jelang FIFA Matchday November 2026
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.