Gibranisti Sorot Suket Gibran: Dulu Sah, Sekarang Dikatakan Tidak Sah

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Wapres Gibran Rakabuming Raka berdialog dengan petani kakao di Mamuju, Sulbar, Senin (2/11/2026). (Sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dewan Pembina Gibranisti, Ade Darmawan, menyoroti surat keterangan atau suket penyetaraan pendidikan Gibran Rakabuming Raka yang dulu dinyatakan sah tapi kini menjadi tidak sah.

Sorotan itu disampaikan Ade dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Selasa (3/11/2026), saat menjawab pertanyaan tentang kasak-kusuk partai politik di DPR usai keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) soal suket Gibran.

Menurut Ade, partai politik yang kasak kusuk di DPR sekarang merupakan partai politik pengusung Gibran di pemilihan wali kota Solo pada 2020.

“Tapi sampai saat ini saya lihat belum terlalu kelihatan ya, apalagi yang kasak kusuk itu katakanlah partai pengusung Mas Gibran di zaman 2020 ya,” kata dia.

Baca Juga: Polisi Jadikan Putusan MK Referensi untuk Dalami Laporan Suket Gibran

“Ya, pastinya kan gini, dulu suketnya sah di tahun 2019, ya kan, dipakai pada saat pilwalikota, terus dikatakan sah, dan diverifikasi juga tentunya semua bakal calon yang akan mencalonkan wali kota pada saat itu, pasti diminta administrasinya. Nah, dulu sah, sekarang dikatakan tidak sah,” bebernya.

Ade berpendapat, pernyataan yang menyebut suket Gibran tidak sah merupakan ungkapan-ungkapan politik.

Jangan Main Belakang

Ia kemudian meminta mereka yang menyebut suket Gibran tidak sah, agar tidak berkompetisi dengan cara main belakang.

“Ungkapan-ungkapan politik yang sebenarnya ingin--ya gini loh menurut saya, ya kalau memang kita mau apa namanya, kita mau berkompetisi, enggak perlu lewat main belakang lah,” ujar Ade.

“Cukup berkompetisi 2029 sajalah. Iya kan? Nah, jangan juga kita ya mau berupaya, kita mau mengambil suara 58 juta sekian tanpa harus ada pemilu,” tambahnya.

Saat ditanya apakah kubu Gibran tidak menyiapkan langkah apa pun termasuk langkah politik, Ade hanya mengatakan akan melihat perkembangan.

Baca Juga: Faldo Maldini Menilai Polemik Suket Gibran Muncul dari Perbedaan Penafsiran Kata "Sederajat"

“Kita lihat saja nanti, kan masih merupakan wacana pembicaraan, ya kan. Nah, kita meyakini, kenapa? Karena Mas Gibran dan Prabowo-Gibran ini diusung berpasangan itu lewat partai-partai politik juga kan,” ungkapnya.

“Kan diusung melalui partai namanya KIM Plus. Nah, saya rasa itu yang harus kita lihat juga. Nah, ini yang kasak-kusuk kan memang bukan dari--apa ya--yang kemarin menjadi rival toh,” tuturnya.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gibranisti
  • suket gibran
  • gibran
  • gibran rakabuming raka
  • Ade Darmawan
  • partai politik
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bisnis Transportasi Online Tak Hanya Soal Tarif, Begini Cara Perusahaan Perluas Peran
• 10 jam lalu
0
thumb
Terungkap, Motif Ekonomi Jadi Alasan Ortu Bunuh Bocah 20 Bulan di Kebayoran Lama
• 13 jam lalu
0
thumb
Hastan Mattanete Jadi Satu-satunya Kandidat Ketua Golkar Pinrang 2026–2031
• 17 jam lalu
0
thumb
Dugaan Penyadapan, Bareskrim Tetapkan LSP Jadi Tersangka
• 3 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Proses Hukum Dugaan Penyadapan Ilegal yang Jerat Sejumlah Perwira Tinggi Polri Dilakukan Transparan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.