BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Surabaya Diprakirakan Berawan Tebal

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (4/11/2026) hari ini. Ancaman tersebut meliputi hujan disertai petir, pertumbuhan awan cumulonimbus, gelombang tinggi hingga banjir rob di kawasan pesisir.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul dinamika atmosfer yang menunjukkan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Pulau Biak.

Kondisi tersebut memicu perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah kawasan perairan sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan.

Ranika prakirawan BMKG menjelaskan bahwa aktivitas atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah perairan Laut Filipina.

BMKG juga mendeteksi sebaran awan cumulonimbus yang berpotensi memicu cuaca signifikan di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, perairan Samudra Hindia barat Bengkulu dan Mentawai, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Dilansir dari Antara, Potensi cuaca signifikan tersebut juga menjadi perhatian sektor penerbangan. Maskapai dan otoritas bandara diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan.

Sementara itu, prakiraan cuaca di sejumlah kota besar menunjukkan kondisi yang bervariasi. Hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Mamuju, Manado, Sorong, dan Jayapura.

Adapun Surabaya, Kupang, Makassar, dan Manokwari diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal.

Masyarakat di Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Tanjung Selor, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, Ambon, Merauke, dan Ternate juga perlu memperhatikan potensi udara kabur atau berkabut (smoke/haze).

Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan di Nabire dan Jayawijaya karena berpotensi mengalami hujan disertai petir.

Di sektor maritim, BMKG memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan. Ancaman tersebut terutama berada di Samudra Hindia barat Bengkulu, perairan barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

Kondisi gelombang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan. Mereka diimbau mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas pelayaran.

Selain gelombang tinggi, ancaman banjir rob juga perlu diantisipasi masyarakat pesisir. Potensi rob diperkirakan mengancam kawasan pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan petir, gelombang tinggi, dan banjir rob. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gejolak Geopolitik Uji Ketahanan Energi, Pertamina Perkuat Hulu-Hilir
• 4 jam lalu
0
thumb
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Buka Opsi Jemput Paksa
• 22 jam lalu
0
thumb
2.255 unit rumah di Subulussalam Aceh terdampak banjir
• 17 jam lalu
0
thumb
Yusril Ingatkan WNI Jadi Tentara Asing Bisa Kehilangan Kewarganegaraan
• 20 jam lalu
0
thumb
Mensos Gus Ipul Ungkap Ada 10 Nama Baru Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.