Kontrak Baru WIKA Melesat 57,9 Persen di Kuartal III-2026, Tembus Rp9,78 Triliun

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan akselerasi perolehan kontrak baru yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Kontrak Baru WIKA Melesat 57,9 Persen di Kuartal III-2026, Tembus Rp9,78 Triliun. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan akselerasi perolehan kontrak baru yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Emiten konstruksi pelat merah ini berhasil mengamankan nilai kontrak baru sebesar Rp9,78 triliun hingga akhir September 2026, melesat 57,9 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp6,20 triliun.

Baca Juga:
WIKA Beton Kenalkan Inovasi Hunian Tahan Gempa, Dukung Program Tiga Juta Rumah

Sekretaris Perusahaan WIKA Ngatemin mengungkapkan, tren kenaikan nilai kontrak baru ini mencerminkan tingginya kepercayaan para pemilik proyek terhadap kapasitas dan kredibilitas perseroan yang tetap terjaga.

"Kami terus selektif dalam mengikuti tender dengan mengutamakan proyek yang memiliki sumber pendanaan jelas dan skema pembayaran yang sehat, sejalan dengan upaya penyehatan keuangan perseroan. Sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Ngatemin dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
WIKA Pangkas Utang hingga Rp2,15 Triliun, Hasil Selektif Pilih Proyek dan Jaga Arus Kas

Ditinjau dari lini usahanya, sektor industri penunjang konstruksi tampil sebagai kontributor paling dominan dengan menyumbang 36,3 persen terhadap total perolehan kontrak baru perseroan.

Baca Juga:
Sehatkan Keuangan, WIKA Targetkan Divestasi Portofolio Rp5,5 Triliun

Porsi berikutnya diisi oleh segmen infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 31,3 persen, lini energi serta industrial plant sebesar 27,2 persen, serta sektor properti dan investasi yang meraup 5,2 persen.

Berdasarkan profil pemberi kerja, proyek-proyek milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendominasi portofolio kontrak baru WIKA dengan kontribusi mencapai 49,5 persen. Di samping itu, proyek yang bersumber dari pemerintah menyumbang 29,1 persen, sementara 19,5 persen sisanya berasal dari pemberi kerja sektor swasta.

WIKA saat ini aktif menggarap sejumlah proyek strategis infrastruktur pemerintah di berbagai penjuru daerah. Beberapa di antaranya mencakup Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B di Kalimantan Timur, penanganan darurat ruas Jalan Nasional Sibolga–Padang Sidempuan, serta pekerjaan rehabilitasi Sungai Tukka di Sumatera Utara.

Perseroan juga dipercaya menyelesaikan pengerjaan jaringan irigasi dan perpipaan CISP Nipah Kuning B dan Martapura B di Kalimantan Barat, serta proyek pengendalian genangan pada Drainase Primer Sungai Kera Hilir. Pada sektor konstruksi bangunan gedung, WIKA mengemban mandat pembangunan fasilitas Sekolah Garuda di Kalimantan Utara serta RSUD Weda di Maluku Utara.

Selain itu, perseroan turut menangani program rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas madrasah serta layanan kesehatan di Provinsi Aceh.

Pada September 2026, WIKA juga berhasil mengantongi kontrak pekerjaan sipil untuk proyek peremajaan (revamping) fasilitas hot-side pabrik baja profil (beam plant) BP1 kepunyaan PT Garuda Yamato Steel (GYS) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, ruang lingkup kerja WIKA mencakup konstruksi fondasi dan struktur, termasuk penanganan area tungku pemanas ulang (reheating furnace), dengan target perampungan pada April 2027 mendatang.

Revitalisasi fasilitas produksi ini diarahkan untuk mendongkrak kapasitas beam plant BP1 milik GYS dari kapasitas sebelumnya 400.000 ton menjadi 540.000 ton per tahun, sekaligus mendukung operasional produksi baja agar kian andal, efisien, dan bermutu tinggi.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
FUIBB Laporkan Herri Pras ke Polda Jabar soal Dugaan Penghinaan Terhadap Ulama
• 6 jam lalu
0
thumb
Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan Jadi Kapolresta Yogya
• 22 jam lalu
0
thumb
IHSG Melemah ke 4.917, Analis Ingatkan Risiko Risk-Off dan Arus Modal Keluar
• 23 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Siapkan One Gate System-Berdayakan Warga untuk Benahi Kampung Boncos
• 4 jam lalu
0
thumb
Laba Ultrajaya (ULTJ) Melonjak 48 Persen Jadi Rp1,43 Triliun hingga Kuartal III
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.