Laba Ultrajaya (ULTJ) Melonjak 48 Persen Jadi Rp1,43 Triliun hingga Kuartal III

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Perolehan tersebut melonjak 48,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp960,88 miliar.

Laba Ultrajaya (ULTJ) Melonjak 48 Persen Jadi Rp1,43 Triliun hingga Kuartal III (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) membukukan laba bersih sebesar Rp1,43 triliun hingga kuartal III-2026. 

Perolehan tersebut melonjak 48,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp960,88 miliar.

Baca Juga:
Ultrajaya (ULTJ) Siapkan Rights Issue Jumbo untuk Akuisisi Frisian Flag Rp14,6 Triliun

Pertumbuhan laba sejalan dengan peningkatan pendapatan sebesar 31,14 persen menjadi Rp8,17 triliun dari periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp6,23 triliun.

Berdasarkan segmen usaha, kontribusi terbesar terhadap pendapatan ULTJ berasal dari segmen minuman yang menyumbang sekitar 99,5 persen dari total penjualan atau sekitar Rp8 triliun. 

Baca Juga:
Saham ULTJ Melejit sebelum Pengumuman Akuisisi, Ini Kata Manajemen

Kinerja segmen ini terutama ditopang oleh volume penjualan produk berbasis Ultra High Temperature (UHT), seperti Ultra Milk dan Teh Kotak, serta tambahan permintaan dari pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, segmen makanan memberikan kontribusi sekitar Rp42 miliar atau 0,5 persen terhadap total pendapatan. Segmen ini mencakup produk non-UHT, seperti krimer kental manis dan keju olahan, yang mencatatkan pertumbuhan pasar relatif lebih lambat.

Baca Juga:
Ultrajaya (ULTJ) Pastikan Induk Frisian Flag Gelar Tender Wajib, Ditargetkan Awal 2027

Dari sisi profitabilitas, pertumbuhan laba bersih ULTJ pada kuartal III-2026 juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang solid sebesar 25 persen secara tahunan (yoy). Namun, perseroan menghadapi tekanan pada margin laba kotor yang menyusut menjadi 29,3 persen dibandingkan 31,9 persen pada kuartal III-2025.

Penyusutan margin tersebut terjadi karena beban pokok pendapatan meningkat 29 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Kenaikan terutama berasal dari biaya overhead pabrik yang meningkat 33 persen dan beban bahan baku yang tumbuh 25 persen.

Per 30 September 2026, total aset Ultrajaya mencapai Rp9,39 triliun, total liabilitas Rp992 miliar, dan jumlah ekuitas sebesar Rp8,4 triliun.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPS Ungkap Perjalanan WNI ke Luar Negeri Menurun: Seiring Kenaikan Harga Tiket Penerbangan
• 5 jam lalu
0
thumb
Peringkat Kampus Jangan Cuma Jadi Piala di Lemari, Harus Berdampak bagi Masyarakat
• 4 jam lalu
0
thumb
Amanda Manopo Sebut Fajar Sadboy Sempat Baper dan Ngambek di Lokasi Syuting Pay Later 2
• 17 jam lalu
0
thumb
Bahlil Ubah Aturan Usaha Tambang, UMKM hingga BUMD Daerah Bakal Dapat Prioritas IUP
• 23 jam lalu
0
thumb
Sopir Mobil MBG Toraja Utara Buka Suara: Mengaku Mengantuk, Jalur Distribusi Capai 15 Km dan Curam
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.