Stres Tak Kunjung Reda? Kenali Terapi Stimulasi Otak ExoMind Yuk Beauty!

herstory.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Deadline pekerjaan yang menumpuk, pola tidur berantakan, hingga pikiran yang terus aktif meski tubuh sedang beristirahat menjadi kondisi yang kerap dialami banyak orang. Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai cara, mulai dari berlibur singkat, berolahraga, hingga mengatur ulang jadwal, sudah dicoba. Namun, rasa lelah secara mental, emosi yang mudah terpancing, dan kesulitan berkonsentrasi terkadang tetap muncul kembali.

Stres berkepanjangan bukan hanya berkaitan dengan kondisi pikiran. Otak juga memiliki peran dalam mengatur emosi, fokus, dan energi seseorang. Melihat hal tersebut, Seraphim Medical Center menghadirkan ExoMind, terapi stimulasi otak non-invasif menggunakan teknologi repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS).

Layanan ini tersedia di Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center bersama dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K.

“Stres yang berlangsung lama tidak hanya dirasakan sebagai perasaan, tetapi juga memengaruhi cara otak mengatur emosi, fokus, dan energi. Karena itu, mendukung kesehatan mental bisa dilakukan juga dari sisi otaknya, tentu bersama dengan pola hidup yang baik,” jelas dr. Niken.

Mengenali Tanda Stres Berkepanjangan

Kesehatan mental berperan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kestabilan emosi, beradaptasi dengan perubahan, mengambil keputusan, hingga mempertahankan motivasi dan konsentrasi.

Ketika stres terus menumpuk, sejumlah fungsi tersebut dapat ikut terdampak. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain mudah lelah secara mental meski tidak melakukan aktivitas fisik berat, sulit fokus, emosi yang naik turun, mudah tersinggung, serta menurunnya motivasi dan energi. Kualitas tidur yang kurang baik juga dapat menjadi salah satu gejalanya.

Kondisi tersebut sering kali dianggap sepele hingga mulai mengganggu pekerjaan maupun hubungan dengan orang terdekat. Padahal, mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang mempertimbangkan dukungan yang tersedia.

“Banyak orang baru mencari bantuan setelah kondisinya sangat mengganggu. Padahal sinyal awalnya, seperti sulit fokus atau tidur yang tidak nyenyak, sudah cukup menjadi alasan untuk berkonsultasi,” ujar dr. Niken.

Mengenal ExoMind dan Teknologi rTMS

ExoMind merupakan perangkat dari BTL yang menggunakan teknologi ExoTMS™. Terapi ini memanfaatkan pulsa elektromagnetik berulang untuk menstimulasi neuron dan sirkuit saraf di otak.

Prosedurnya bersifat non-invasif, sehingga tidak melibatkan pembedahan, sayatan, maupun pemasukan alat ke dalam tubuh.

Stimulasi diarahkan ke bagian otak bernama DLPFC (Dorsolateral Prefrontal Cortex), yaitu area di bagian depan otak yang berperan dalam mengatur emosi, mengambil keputusan, dan menjalankan fungsi kognitif. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung kesehatan mental dan kebugaran secara menyeluruh atau overall wellness.

“DLPFC bisa dibayangkan seperti ‘pusat kendali’ yang membantu kita mengatur emosi dan mengambil keputusan. ExoMind menstimulasi area ini dengan cara yang lembut dan non-invasif, sebagai salah satu cara mendukung fungsinya,” terang dr. Niken.

Bagaimana ExoMind Bekerja?

Proses kerja ExoMind berlangsung melalui beberapa tahapan. Pertama, sebuah kumparan atau coil diletakkan di dekat kepala untuk menghasilkan pulsa medan magnet yang menembus kulit kepala. Intensitas medan magnet perangkat ini mencapai hingga 3,6 Tesla.

Selanjutnya, medan magnet tersebut menginduksi arus listrik yang sangat kecil pada jaringan saraf di area yang menjadi target stimulasi. Proses ini memengaruhi aktivitas neuron dan cara sel-sel saraf saling berkomunikasi.

Stimulasi yang dilakukan secara berulang dapat membantu memodulasi konektivitas dan fungsi jaringan saraf. Proses tersebut berkaitan dengan neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan menata ulang dirinya sepanjang hidup.

Perubahan aktivitas jaringan saraf ini berpotensi mendukung fungsi yang berkaitan dengan regulasi emosi dan kesehatan mental.

“Otak kita tidak statis. Ia mampu beradaptasi, dan stimulasi yang berulang dapat membantu memodulasi aktivitas jaringan saraf. Itulah dasar dari pendekatan rTMS,” jelas dr. Niken.

Manfaat yang Diharapkan dari Terapi ExoMind

Di Seraphim Medical Center, ExoMind diposisikan sebagai terapi pendukung untuk membantu menjaga kesehatan mental (mental well-being), manajemen stres, dan regulasi emosi.

Terapi ini juga ditujukan untuk membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, mengoptimalkan kualitas tidur, serta mendukung energi dan motivasi.

Meski demikian, hasil terapi dapat berbeda pada setiap orang. Responsnya bergantung pada kondisi awal, jumlah sesi, dan respons tubuh masing-masing pasien. ExoMind juga bukan pengganti penanganan oleh psikolog atau psikiater apabila memang diperlukan.

“Ekspektasinya perlu realistis. ExoMind adalah salah satu bentuk dukungan, bukan solusi instan. Hasilnya paling baik bila dikombinasikan dengan pengelolaan stres, kebiasaan tidur yang baik, dan aktivitas fisik,” tegas dr. Niken.

Tahapan dan Durasi Sesi ExoMind

Satu sesi ExoMind berlangsung sekitar 20–40 menit. Pasien dapat menjalani terapi dalam posisi duduk atau berbaring dengan nyaman, sementara coil ditempatkan pada area kepala yang menjadi target stimulasi.

Selama prosedur, pasien biasanya merasakan ketukan ringan pada kulit kepala dan mendengar bunyi klik dari pulsa magnetik.

Sebelum terapi dimulai, pasien akan melalui konsultasi dan evaluasi awal. Dokter akan menggali keluhan, riwayat kesehatan, riwayat kejang, riwayat operasi, serta obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah terapi aman dan sesuai dengan kondisi pasien.

Setelah itu, dokter menentukan protokol terapi. Secara umum, protokol dimulai dari minimal 4–6 sesi dengan frekuensi 2–3 kali seminggu. Namun, jumlah dan jadwal aktual tetap mengikuti hasil evaluasi klinis serta rekomendasi dokter.

Pasien kemudian menjalani sesi stimulasi dengan coil yang diarahkan ke area DLPFC. Selama proses berlangsung, dokter juga melakukan evaluasi berkala untuk memantau respons dan menyesuaikan rencana terapi apabila diperlukan.

“Setiap pasien berbeda, jadi jumlah sesinya tidak bisa dipukul rata. Kami selalu mulai dari evaluasi, lalu memantau responsnya secara berkala,” tambah dr. Niken.

Efek Samping dan Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Seperti terapi medis lainnya, ExoMind juga memiliki potensi efek samping. Sebagian besar bersifat ringan dan sementara, seperti sakit kepala, ketidaknyamanan atau nyeri kulit kepala di area stimulasi, kedutan otot wajah selama prosedur, pusing atau sensasi melayang, gangguan pendengaran akibat suara pulsa magnetik, serta kelelahan sementara.

Meski sangat jarang terjadi, kejang (seizure) merupakan salah satu risiko serius dalam terapi TMS. Karena itu, pemeriksaan riwayat kesehatan sebelum menjalani terapi menjadi bagian penting dari prosedur.

ExoMind tidak direkomendasikan untuk semua orang. Terapi ini tidak dianjurkan atau memerlukan evaluasi ketat bagi individu yang memiliki implan elektronik atau perangkat medis sensitif terhadap medan magnet, benda logam di area kepala atau dekat aplikator, riwayat epilepsi atau kejang, serta riwayat gangguan neurologis tertentu.

Individu yang sedang mengalami kondisi medis atau mental akut juga perlu mendapatkan evaluasi terlebih dahulu.

Pasien perlu menyampaikan riwayat penyakit, operasi, kejang, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi secara lengkap kepada dokter. Keberadaan implan atau benda logam di dalam tubuh juga harus diinformasikan. Aksesori berbahan logam perlu dilepas sebelum sesi, sementara kehamilan dan kondisi khusus lainnya harus didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter.

“Keamanan adalah prioritas. Karena rTMS menggunakan medan magnet, ada kondisi tertentu yang membuat terapi ini tidak boleh dilakukan. Itulah mengapa evaluasi di awal tidak boleh dilewati,” tegas dr. Niken.

Terintegrasi dengan Layanan Brain Wellness

Di Seraphim Medical Center, ExoMind menjadi bagian dari layanan Brain Wellness & Sleep Center yang juga menyediakan qEEG Brain Mapping, Neurofeedback, TPS, dan Kinesiq.

Pendekatan di pusat layanan ini melihat otak, emosi, dan tidur sebagai aspek yang saling berkaitan. Karena itu, rencana penanganan disusun berdasarkan kebutuhan setiap pasien, bukan menggunakan satu paket yang sama untuk semua orang.

“Tidur, emosi, dan fokus saling berkaitan. Karena itu kami melihatnya secara utuh, dan memilih kombinasi layanan yang paling sesuai setelah evaluasi,” ujar dr. Niken.

Untuk layanan ExoMind, Seraphim menyediakan beberapa pilihan paket, yaitu satu sesi seharga Rp1.500.000, enam sesi Rp8.500.000, dan 12 sesi Rp16.800.000. Pemilihan jumlah sesi tetap disesuaikan dengan hasil evaluasi dan rekomendasi dokter.

Kapan Sebaiknya Berkonsultasi?

Seseorang tidak perlu menunggu hingga stres terasa berat untuk mencari bantuan. Ketika rasa lelah secara mental, kesulitan berkonsentrasi, emosi yang tidak stabil, atau gangguan tidur berlangsung cukup lama, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi yang dialami.

Jika muncul keluhan berat, seperti perasaan putus asa berkepanjangan atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, bantuan profesional kesehatan jiwa atau layanan darurat terdekat perlu segera dicari.

Bagi masyarakat yang ingin memahami kondisi otak dan kesehatan mental secara lebih menyeluruh, konsultasi dapat dilakukan bersama dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K di Brain Wellness & Sleep Center, Seraphim Medical Center, Gading Serpong.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan
• 16 jam lalu
0
thumb
BMKG: Waspada Banjir Rob Akibat Fase Bulan Baru pada 2-17 November, Ini Wilayahnya!
• 22 jam lalu
0
thumb
EMAS Targetkan Produksi Tembus 250 Ribu Ons pada 2026-2027
• 19 jam lalu
0
thumb
Kasus Dugaan Penyadapan Presiden, Yusril Sebut Bukan Tindak Pidana Makar
• 7 jam lalu
0
thumb
Badan Pengkajian MPR Gelar FGD Demokrasi Pancasila di Deli Serdang
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.