Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau penerapan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT) di tambak ikan kerapu, Desa Labuhan, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (3/11).
Teknologi tersebut memungkinkan petambak memantau kondisi air dari rumah, mulai dari kadar oksigen, pH, hingga salinitas.
Meutya mengatakan, penerapan teknologi digital di sektor perikanan menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan. Menurut dia, digitalisasi tidak boleh hanya dinikmati masyarakat di kota besar, tetapi juga harus menjangkau petani dan petambak di daerah.
“Padahal yang paling utama dari penggunaan artificial intelligence, kecerdasan artifisial, digitalisasi justru harus turun kepada masyarakat dan khususnya para petani dan petambak,” kata Meutya di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (3/11).
Dalam kunjungan tersebut, Meutya melihat langsung penggunaan perangkat V-Jet untuk membantu pembudidayaan ikan kerapu. Perangkat itu berfungsi menyuplai oksigen ke dalam air sekaligus memungkinkan petambak memantau sejumlah parameter kualitas air dan mengelola tambak dengan lebih praktis.
Direktur Jenderal Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat, mengatakan penerapan teknologi IoT di kawasan tambak Lamongan telah menjangkau 100 petambak dengan luas lahan sekitar 300 hektare.
Berdasarkan data yang disampaikan Edwin, penggunaan teknologi tersebut berpotensi menekan biaya pakan sekitar 20 persen. Produktivitas ikan berdasarkan berat juga meningkat sekitar 17–24 persen, sedangkan tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rate) naik sekitar 9–16 persen.
“Nah ini yang kami sasar, karena dari dari kegiatan ini menghasilkan outcome yang baik buat petani, tapi dari situ ada ada impactnya juga yang kita lihat adalah mulai dari impact ekonominya, kehidupan ekonomi berkembang, secara sosial education juga tumbuh, secara kultur open minded terhadap sesuatu yang baru, dan yang paling penting adalah sekarang kemampuan adaptasi petani dan petambak terhadap teknologi meningkat,” ujar Edwin.
Salah seorang petambak, Karno, mengatakan perangkat tersebut sejauh ini membantu pertumbuhan ikan dan menekan tingkat kematian.
“Pertama, itu pertumbuhan. Karena dia kan bisa menyuplai oksigen. Terus yang kedua, alat tersebut bisa untuk menambah daripada bobot, ya itu. Akan pengaruh karena dengan jiwanya atau badannya sehat tadi, makannya kan lahap gitu,” ujar Karno.
Kemkomdigi Siapkan Teknologi AI untuk TambakMeutya mengatakan, pemanfaatan teknologi digital perlu disertai pendampingan dan pelatihan agar petambak dapat mengoperasikan perangkat secara optimal.
Ia menyebut tiga hal yang menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong transformasi digital, yakni konektivitas, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan produktif, serta perlindungan masyarakat dari dampak negatif digitalisasi.
“Kita merumuskan PR dan tugas kami ke dalam tiga hal besar. Yang pertama, konektivitas,” kata Meutya.
Ia menjelaskan, pemerintah mendorong masyarakat agar terhubung dengan jaringan digital, memanfaatkan konektivitas untuk meningkatkan produktivitas, serta terlindungi dari berbagai risiko teknologi, termasuk manipulasi informasi.
Selain IoT, Kemkomdigi juga menyiapkan penerapan kecerdasan artifisial (AI) untuk melengkapi sistem pemantauan tambak. Teknologi tersebut diharapkan dapat menambah indikator yang bisa dipantau petambak sehingga pengelolaan budi daya menjadi lebih efisien.






Komentar (0)