Bertemu KWI, Kapolri Tegaskan Komitmen Jaga Kebebasan Beragama

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Silaturahmi Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto ke organisasi masyarakat keagamaan berlanjut. Kali ini, Suyudi bersilaturahmi dengan pengurus Konferensi Wali Gereja Indonesia atau KWI.

Seusai pertemuan, KWI mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada Polri dalam menjaga keamanan nasional guna mendorong kemajuan ekonomi. Sementara itu, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjamin kebebasan beragama.

Suyudi menyambangi gedung KWI, Jakarta, Selasa (3/11/2026), bersama sejumlah petinggi Polri. Di antaranya Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Roycke Harry Langie, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Irjen Dedy Kusuma Bakti, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komjen Herry Heryawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Irjen Mahmud Nazly Harahap, dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Irjen Johnny Eddizon Isir.

Kehadiran Suyudi diterima Ketua Presidium KWI Antonius Subianto Bunjamin. Pertemuan kedua belah pihak berlangsung sekitar 30 menit.

Setelah pertemuan, Anton mengatakan, pihaknya mengapresiasi kehadiran Kapolri bersama jajaran ke KWI. Dengan pertemuan itu, ruang sinergi antara kepolisian dan tokoh agama ke depan bisa lebih erat. Relasi yang erat antara kepolisian dengan berbagai lapisan masyarakat merupakan syarat utama agar perekonomian dapat terus berkembang.

“Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara. Ketika suasana aman, mudah-mudahan ekonomi kita semakin membaik,” ujarnya.

Ia pun menegaskan komitmen KWI yang mencakup 38 keuskupan di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama dengan Polri dan kelompok masyarakat lain untuk menciptakan suasana yang aman demi mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Suyudi Ario Seto pun mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari jajaran pengurus KWI. Kunjungannya bagian dari penguatan program kerja Polri untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

Namun, tak hanya itu, melalui pertemuan, Polri bisa memeroleh masukan dan informasi. Informasi ini tak hanya penting untuk mengoptimalkan kinerja Polri, tetapi juga agar penanganan hal-hal yang menjadi tugas pokok dan fungsi Polri bisa lebih cepat.

Selain itu, ia juga menegaskan komitmen Polri dalam memberikan jaminan kebebasan beribadah bagi seluruh umat Katolik seperti diamanatkan oleh Pasal 29 UUD 1945.

Baca JugaPaus Fransiskus dan Pesan Toleransi Antarumat Manusia 
Pertemuan dengan PP Muhammadiyah

Sebelum ke KWI, persisnya pada 28 Oktober lalu, Suyudi menemui Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Dalam pertemuan, Suyudi juga menekankan pentingnya Polri dengan Muhammadiyah berkolaborasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.

Kolaborasi dimaksud untuk memperkuat edukasi dan literasi masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, judi daring hingga kejahatan jalanan. Edukasi bakal diperluas melalui tempat ibadah, sekolah, kampus, pesantren, dan berbagai lingkungan masyarakat.

Kapolri juga menyampaikan rencana memperkuat kegiatan kemasyarakatan seperti Shalat Subuh Keliling dan Shalat Jumat Keliling. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, membangun toleransi antarumat beragama, sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.

Adapun Haedar mengingatkan pentingnya menjaga kehidupan berdemokrasi. Masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut tetap perlu disertai tanggung jawab dan menghindari konflik. "Yang diperlukan sekarang adalah kebersamaan sehingga masalah-masalah yang timbul bisa kita diskusikan bersama dan cari solusi bersama," katanya.

Pertemuan dengan PBNU

Dua pekan sebelumnya, persisnya pada 17 Oktober lalu, Suyudi mengunjungi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya. Kemudian, pada 30 Oktober lalu, Suyudi menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Dalam pertemuan, Suyudi pun menekankan pentingnya kolaborasi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan penting untuk memperluas jangkauan pelayanan kepolisian. Kolaborasi ini diharapkan lebih kuat ke depan. Secara khusus, ia memberikan atensi pada pentingnya pembinaan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Bahkan untuk menguatkan kerja sama antara Polri dan PBNU, Suyudi menguak rencana menuangkannya dalam bentuk nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama.

Baca JugaPenggerebekan Ponpes di Sukoharjo hingga Pencopotan Kapolres, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Gus Kikin merespons positif rencana ini. Ia menilai ketertiban masyarakat sejalan dengan khidmat dan pengabdian NU, sehingga warga dapat beraktivitas dan beribadah dengan tenang. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam membimbing generasi penerus menghadapi perubahan zaman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Soal Pati Polri Ditangkap Karena Diduga Menyadap Presiden, Yusril: Itu Rumor, Mohon Bersabar
• 4 jam lalu
0
thumb
Satya Bumi minta percepatan perlindungan keanekaragaman hayati
• 1 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik! Asing Borong SBN RI Rp28,79 T di Tengah Gejolak Global
• 4 jam lalu
0
thumb
Deretan Artis Korea yang Raih Penghargaan di Korea Popular Culture and Arts Awards 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
6 Manfaat Rutin Minum Segelas Air Hangat di Pagi Hari
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.