Jakarta, CNBC Indonesia - Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar keuangan global. Investor asing atau nonresiden tercatat membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp28,79 triliun.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, kinerja SBN tetap resilien meskipun pasar keuangan global diwarnai gejolak. Hal tersebut tercermin dari masuknya aliran modal asing ke pasar SBN yang masih mencatatkan pembelian bersih.
"SBN resilien di tengah volatilitas pasar global. Investor nonresiden Rp28,79 triliun beli bersih," ujar Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/10).
Selain itu, Suahasil menyampaikan bahwa selisih imbal hasil atau spread Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun terhadap US Treasury (UST) berada di level 183 basis poin (bps). Angka tersebut tercatat turun tipis dibandingkan posisi pada akhir 2025.
Spread imbal hasil SUN terhadap UST menjadi salah satu indikator yang dicermati investor dalam menilai daya tarik aset surat utang Indonesia dibandingkan dengan surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Dengan kondisi tersebut, KSSK mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga pada kuartal III-2026.
(haa/haa)





Komentar (0)