Dongkrak Pertumbuhan Angkutan Kontainer, KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) memperkuat strategi pertumbuhan bisnis angkutan kereta api kontainer melalui pengembangan green freight service. Inisiatif ini menjadi salah satu pilar pengembangan angkutan multikomoditas yang tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan solusi logistik berkelanjutan melalui pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang lebih transparan dan terukur.

Secara umum strategi pengembangan angkutan multikomoditas KAI Logistik dijalankan melalui sejumlah inisiatif, meliputi pengembangan green freight service, optimalisasi layanan angkutan ekspor-impor, serta akuisisi pelanggan baru. Kombinasi strategi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan pemanfaatan layanan kereta api kontainer, serta memperkuat kontribusi segmen angkutan multikomoditas terhadap pendapatan perusahaan.

Sejalan dengan strategi tersebut, pendapatan angkutan multikomoditas KAI Logistik diproyeksikan  akan bertumbuh dengan Sebagian besar didukung oleh green freight services yang mendorong peningkatan pertumbuhan hingga mencapai CAGR 8,5% dengan pendapatan Rp568,4 miliar pada 2029.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan bahwa pengembangan green freight service menjadi langkah strategis KAI Logistik dalam merespons meningkatnya kebutuhan industri terhadap transparansi emisi dan pelaporan keberlanjutan.

"Seiring berkembangnya tuntutan pengungkapan kinerja lingkungan dalam rantai pasok, pelanggan membutuhkan data emisi dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon, penyusunan laporan keberlanjutan, serta pencapaian target dekarbonisasi perusahaan," ujarnya yang dikutip di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Pengembangan layanan mencakup perhitungan emisi karbon dari aktivitas transportasi kereta api, operasional terminal, serta distribusi first mile dan last mile, dengan mengacu pada metodologi yang relevan, termasuk ISO 14083. Standar ini menjadi salah satu acuan dalam penghitungan dan pelaporan emisi gas rumah kaca dari operasi rantai transportasi. Selain itu, layanan ini mencakup pelaporan emisi terintegrasi, konsultasi dan rekomendasi mitigasi emisi, serta dokumentasi atas upaya keberlanjutan pelanggan berdasarkan kriteria yang terukur. 

Untuk memperkuat diferensiasi layanan, KAI Logistik juga mengembangkan sejumlah inisiatif strategis, antara lain konsep carbon-labelled freight berupa informasi atau sertifikat emisi untuk setiap pengiriman di mana saat ini Perusahaan telah memiliki kalkulator emisi untuk layanan antar stasiun. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan memperoleh visibilitas emisi di sepanjang rantai distribusi, mengidentifikasi peluang mitigasi, serta mengevaluasi alternatif transportasi yang lebih efisien. 

Baca Juga: KAI Logistik Optimalkan Teknologi Digital untuk Perkuat Layanan

”Melalui pengembangan green freight service, KAI Logistik berupaya menyelaraskan agenda pertumbuhan bisnis dengan kebutuhan pelanggan terhadap solusi logistik yang semakin transparan, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat inovasi layanan, memperluas kemitraan, meningkatkan akuisisi pelanggan, serta mengembangkan angkutan multikomoditas sebagai salah satu pilar pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen KAI Logistik untuk memperkuat peran angkutan kereta api kontainer dalam ekosistem logistik nasional, sekaligus mendukung transformasi rantai pasok menuju sistem distribusi yang lebih efisien dan rendah emisi.

Pada tahun 2025 layanan kereta api kontainer mencatatkan mencapai 2,5 juta ton dengan pertumbuhan 8% YoY dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,3 juta ton. Sementara pada 2026, KAI Logistik mencatatkan volume sekitar 2,3 juta ton hingga Triwulan III.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemensos Ajak Generasi Muda Teladani Nilai Kepahlawanan
• 6 jam lalu
0
thumb
KPAI dan Komnas Perempuan Kecam Penggeledahan Rumah Tahfidz di Sukoharjo
• 22 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri
• 1 jam lalu
0
thumb
Kunjungan Wisman Naik 2,31 Persen, Tingkat Hunian Hotel Bintang Capai 51,78 Persen
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.