tvOnenews.com - Media sosial Threads dibanjiri rasa simpatik menyusul unggahan dari pengguna dengan akun @strinn__ yang dipublikasikan pada Senin (2/11/2026).
Melalui postingan tersebut, ia secara terbuka meluapkan emosi serta kekecewaan mendalam terhadap kinerja dan lambatnya respons para tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat yang membutuhkan tindakan secepatnya.
Dalam utas yang dibagikannya secara detail, pemilik akun tersebut memaparkan kronologi menegangkan sewaktu adiknya dilarikan ke rumah sakit tersebut dalam situasi kritis.
Namun, begitu tiba di depan area IGD, suasana tampak lamban dan kurang terkoordinasi. Tercatat hanya ada satu orang petugas keamanan yang berinisiatif turun tangan membantu membawa pasien masuk ke dalam ruangan.
"@rsud_mampangprapatan tutup ajalah. IGD kok isinya klemar klemer semua. Dari awal masuk gerbang udah dibilang pasien kritis. Ga ada tuh inisiatifnya angkat adek gw. Cuma 1 security yg bantu nurunin. Malah nyuruh driver bantu angkat adek gw, harus diteriakin dulu," tulis akun tersebut, dikutip Senin (2/11/2026).
"Pasien udah kritis tapi penanganan santai banget. Adek gw udah dibawa masuk tapi muka dokternya bingung. Gw sampe make sure 'bisa atau nggak ditanganin disini? Kalo gak bisa biar dibawa ke rs lain. Di depan ada ambulans kan?'," jelasnya.
- Threads/strinn__
Sementara itu, para nakes yang bertugas justru terlihat kebingungan dan sama sekali tidak cepat tanggap, sampai-sampai membuat pemilik akun terpaksa bertanya kembali guna memastikan apakah adiknya benar-benar dapat diterima dan dirawat di rumah sakit tersebut.
Pilu dan kekecewaan pihak keluarga kian memuncak tatkala pihak medis memutuskan, bahwa sang adik harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
Anehnya, saat meminta bantuan fasilitas ambulans rumah sakit untuk proses perpindahan tersebut, mereka justru tidak diizinkan dengan alasan tidak memiliki izin menggunakan kendaraan operasional itu.
Tak punya pilihan lain demi menyelamatkan nyawa adiknya yang kian mengkhawatirkan, ia terpaksa memohon kepada pengemudi taksi online, yang mengantarnya dan sang adik ke RSUD Mampang Prapatan, agar bersedia mengantar mereka kembali ke rumah sakit tujuan berikutnya.





Komentar (0)