Perang AS-Iran Masuk Bulan Kesembilan, Vance Ungkap Syarat Damai soal Nuklir

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Washington dan Teheran kembali membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan pembicaraan dengan Iran telah mencapai kemajuan, meski ancaman aksi militer masih membayangi ketika perang memasuki bulan kesembilan.

Vance mengatakan dirinya dan Presiden AS Donald Trump cukup optimistis terhadap prospek tercapainya kesepakatan melalui negosiasi. Namun, Washington menegaskan bahwa penghentian konflik harus disertai komitmen Iran untuk tidak membangun kembali program nuklirnya.

Baca Juga :
Benjamin Netanyahu Tak Berkutik, Pakar Sebut Indonesia Perlu Tinjau Keanggotaan BoP
Jelang Pemilu AS, Israel Tingkatkan Kesiagaan Militer di Tengah Ancaman Iran

"Saya baru saja berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, sekitar satu jam yang lalu mengenai hal ini," kata Vance kepada para wartawan, Senin (2/11/2026).

"Presiden dan saya sama-sama merasa cukup optimistis mengenai prospek tercapainya penyelesaian melalui negosiasi. Kami akan terus mengupayakannya," tambahnya.

Meski demikian, Vance mengingatkan bahwa Iran masih sulit diprediksi. Pemerintah AS, menurut dia, tetap menyiapkan berbagai opsi, termasuk tindakan militer jika upaya diplomatik tidak membuahkan hasil.

"Pihak Iran memang selalu agak sulit ditebak, dan seperti yang selalu dikatakan oleh Presiden, dia tetap menyiapkan opsi tindakan kinetik (militer). Dia juga menyiapkan opsi non-kinetik, namun kami jelas telah mencapai kemajuan. Kita lihat saja apakah kami bisa mencapai kemajuan lebih lanjut," katanya.

Saat ditanya apakah Washington telah menetapkan tenggat waktu bagi Iran sebelum serangan kembali dilancarkan, Vance membantah adanya batas waktu tersebut.

"Tidak, kami tidak menetapkan tenggat waktu."

Isu program nuklir menjadi salah satu titik utama dalam pembicaraan kedua negara. Vance menegaskan bahwa AS ingin memastikan Iran tidak membangun kembali kemampuan nuklirnya setelah program tersebut dilumpuhkan.

"Setelah melumpuhkan program nuklir mereka, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak membangunnya kembali atau mencoba untuk membangunnya kembali. Itulah hal yang paling penting bagi Amerika Serikat," tegasnya.

"Kami yakin ada jalan ke arah sana, tetapi hal itu benar-benar memerlukan komitmen yang tegas dan dapat diverifikasi bahwa mereka tidak akan membangun kembali program nuklir tersebut," tambahnya.

Pernyataan Vance muncul beberapa jam setelah Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Trump menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan kembali Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington.

Baca Juga :
Pembatasan Imigrasi Tetap Jadi Kampanye Donald Trump Jelang Pemilu Sela
Trump Incar Target Baru di Iran, Mojtaba Khamenei Peringatkan AS Perang Bisa Lebih Panjang
Terkuak Arahan Mojtaba Khamenei, Militer Iran Siap Respons Tanpa Batas Geografis

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Prabowo Upaya Makar? Ini Kata Menko Yusril
• 4 jam lalu
0
thumb
Harga CPO Melemah ke MYR 4.649/Ton, Batu Bara Melesat Jadi USD 152,45
• 20 jam lalu
0
thumb
Jerman Peringatkan Politisi dan Pejabat Soal Potensi Peretasan iPhone
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemenkeu Tegaskan Tak Akan Jadi Pemegang Saham BEI, Danantara Bidik Kepemilikan 5 hingga 10 Persen
• 6 jam lalu
0
thumb
Tiga Kader Gerindra Terjerat Narkoba, Habiburokhman Tegaskan Sudah Dipecat dan Bantah Intervensi Polisi
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.