JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga bahan bakar minyak atau BBM di SPBU Pertamina tidak selalu sama di setiap daerah, Senin (2/11/2026). Selain dipengaruhi jenis produk, harga BBM Pertamina hari ini juga dibedakan berdasarkan wilayah penjualan, termasuk kawasan perdagangan bebas seperti Sabang dan Batam.
Perbedaan tersebut terlihat pada harga Pertamax. Di Jabodetabek, produk BBM nonsubsidi itu dijual Rp15.950 per liter. Sementara di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara, harganya mencapai Rp16.650 per liter.
Sebaliknya, konsumen di kawasan perdagangan bebas (FTZ) Sabang tercatat membayar Rp14.950 per liter untuk produk yang sama. Perbedaan harga juga berlaku pada jenis BBM lainnya, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Di Jabodetabek sendiri, daftar harga mencakup Pertalite Rp10.000 per liter, BioSolar Rp6.800 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax95 Rp19.150 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Perubahan harga minyak mentah dunia turut menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga kebijakan energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada di kisaran US$92 per barel, sedangkan asumsi dalam APBN sekitar US$70 per barel.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Awan Cumulonimbus di 18 Area, Ini Dampaknya
"Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, kemungkinan besar akan menambah top up subsidi, tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10) silam.
Lantas, bagaimana harga BBM Pertamina pada Senin (2/11)?
Berdasarkan daftar harga yang tercantum di MyPertamina, tarif seluruh produk masih mengacu pada ketentuan yang berlaku sejak 2 September 2026.
Pemerintah juga menyatakan komitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026.
Daftar Harga BBM Pertamina per WilayahBerikut daftar harga BBM Pertamina yang menjadi acuan pada Senin (2/11).
Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Pertamax95: Rp19.150 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
Bali dan Nusa Tenggara Barat
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
Nusa Tenggara Timur
- Tarifnya sama dengan Bali dan Nusa Tenggara Barat, dengan tambahan BioSolar nonsubsidi sebesar Rp23.600 per liter.
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp16.200 per liter
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.450 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp24.750 per liter
- Pertamina Dex: Rp26.300 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp16.550 per liter
Papua
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Tidak tercantum dalam daftar
- Pertamax Pertashop: Rp16.200 per liter
Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Tidak tercantum dalam daftar
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Tidak tercantum dalam daftar
- Pertamax Pertashop: Rp16.200 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Tidak tercantum dalam daftar
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp16.200 per liter
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Sabang
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp14.950 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp22.150 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp14.850 per liter
Baca Juga: Terungkap! Modus Penimbunan Pertalite di Boyolali, Pelaku Gunakan 10 Barcode MyPertamina | BORGOL
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Batam
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.550 per liter
- BioSolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp22.500 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.950 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.050 per liter
Bahlil menyampaikan komitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 setelah Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).
Sidang tersebut membahas evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan kenaikan harga ICP berpotensi menambah kebutuhan anggaran subsidi energi.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai penghujung tahun ini.
Bahlil belum memberikan kepastian mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi untuk 2027 dalam pernyataan tersebut.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Danang Suryo Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- harga BBM Pertamina hari ini
- harga BBM 2 November 2026
- harga Pertalite
- harga Pertamax
- harga BBM subsidi
- harga Solar






Komentar (0)