Pigai Perintahkan Anak Buah Cek Kasus Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memerintahkan Kantor Wilayah (Kanwil) HAM Jawa Tengah turun tangan untuk memeriksa kasus penggeledahan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur'an di Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).

Pernyataan tersebut disampaikan Pigai sekaligus merespons aksi penggeledahan yang dilakukan Polda Jateng. Tindakan tersebut memicu protes keras dari pihak pengelola pesantren, masyarakat, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena dinilai menimbulkan trauma berat terhadap para santriwati.

"Saya sudah perintahkan Kanwil HAM Jawa Tengah untuk datangi dan cek langsung secara objektif ke Pondok Pesantren dan Saya tunggu laporan secepatnya," ujar Pigai dalam unggahan di akun Instagram-nya, @natalius_pigai, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga :
Warung Mi Babi Dibakar, Babe Haikal: Beda Pilihan Bukan Alasan untuk Bertindak Anarkis!

Polisi mengejar terduga pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diyakini memiliki keterkaitan dengan lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan Polda Jateng, dari hasil penggeledahan di dua lokasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti puluhan senjata tajam (celurit, parang, samurai, sangkur, dan pisau lipat), busur dan anak panah.

Selain itu, polisi juga menyita cairan asam kuat (strong acid), spiritus, drone, CCTV, alat komunikasi (HT), serta kotak amunisi berwarna hijau dengan gambar bendera tertentu. Salah satu orang yang diamankan berinisial ST, yang diketahui merupakan mantan narapidana kasus terorisme pada 2015.

Baca Juga :
Kapolda Jateng Soal Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo: Berawal dari Pembakaran Warung Mi Babi

Namun, pihak pengelola menyayangkan tindakan aparat yang mendobrak pintu asrama putri sekitar pukul 03.20 WIB. Aparat bersenjata laras panjang dilaporkan masuk ketika para santriwati masih tidur. Tindakan tersebut memicu kepanikan karena banyak santriwati belum sempat mengenakan hijab. Selain itu, terdapat laporan mengenai santriwati di bawah umur yang dibentak dan diminta tiarap.

(Arief Setyadi )


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PKS Ajak Generasi Penerus Berkontribusi Tanpa Menunggu Punya Jabatan
• 13 menit lalu
0
thumb
Pontianak tata Sungai Jawi jadi kawasan rekreasi dan ekonomi kreatif
• 8 jam lalu
0
thumb
Buka Peluang Berkompetisi di Jepang, Presdir ASICS Ingin Talenta Muda Kejar Mimpi di Dunia Sepak Bola
• 19 jam lalu
0
thumb
Banjir, Warga Pidie Jaya Minta Pembangunan Tanggul Permanen Direalisasikan | SAPA MALAM
• 23 menit lalu
0
thumb
RANS Carnival di Sleman DIY Sepi Pengunjung Pascaseruan Boikot, UMKM Pergi Musisi Pilih Mundur
• 13 menit lalu
0
Berhasil disimpan.