Operasi Militer Israel, Ribuan Warga Palestina Mengungsi

celebesmedia.id
55 menit lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tentara Israel melanjutkan operasi militer di Kota Hebron, Tepi Barat selatan yang diduduki, selama delapan hari berturut-turut hingga Jumat (30/10).

Operasi tersebut memicu pengungsian ribuan warga Palestina dan memperketat pembatasan pergerakan penduduk.

Diberitakan ANTARA yang mengutip Anadolu, Jumat, pasukan Israel menggerebek kawasan Jilada dan Ain Deir Baha dengan mengerahkan tentara serta kendaraan militer. Puluhan warga Palestina di Ain Deir Baha juga dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Operasi militer itu dimulai pada 23 Oktober setelah dua tentara Israel tewas dalam insiden penembakan di Farsh al-Hawa, pintu masuk barat laut Hebron.

Militer Israel kemudian menewaskan dua warga Palestina yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Pasukan Israel turut menggeledah rumah keluarga Ahmad dan Hamouda al-Ja’ba, yang dituduh melakukan penembakan. Sumber lokal melaporkan suara penggalian terdengar dari dalam kedua rumah tersebut.

Di pos pemeriksaan dekat bundaran Jilada, pasukan Israel juga menahan dan menggeledah sejumlah warga Palestina.

Dampak operasi tersebut meluas ke permukiman warga. Pemerintah Kota Hebron menyatakan, hingga Selasa malam, sebanyak 4.969 warga Palestina dari 780 keluarga telah mengungsi.

Pada hari-hari awal operasi, sejumlah rumah, fasilitas umum, pertokoan, dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan. Pasukan Israel juga mengubah sejumlah rumah menjadi barak militer.

Sementara itu, Masyarakat Tahanan Palestina melaporkan 110 warga Palestina ditangkap di wilayah Kegubernuran Hebron sejak operasi dimulai hingga Rabu.

Operasi di Hebron berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan militer Israel dan serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023.

Kekerasan tersebut mencakup pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, pembakaran kendaraan dan tempat ibadah, serta perusakan lahan pertanian.

Warga Palestina juga menghadapi pembatasan akses ke lahan pertanian dan pengusiran dari komunitas mereka, sementara pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan terus menjadi sumber konflik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebutuhan Radioterapi RSUD Pasar Minggu Tinggi, Pramono Minta Alat Ditambah
• 17 jam lalu
0
thumb
Kemenhut Tetapkan Perusahaan Singapura Jadi Tersangka Karhutla
• 7 jam lalu
0
thumb
OJK Terbitkan Izin Gadai Emas di Tegal, 38 Gadai Ilegal Ditindak
• 14 jam lalu
0
thumb
SMA Taruna Nusantara Kini Hadir di Enam Lokasi, Seluruh Siswa Gratis Biaya Pendidikan
• 11 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi nilai anak muda berperan tentukan arah pemanfaatan AI
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.