Wisata ke Bhutan Bisa Saksikan Momen Langka, 108 Stupa Bakal Dibangun Serentak dalam Satu Hari

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Bhutan, VIVA - Bhutan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari sekadar menikmati pegunungan dan keindahan alam Himalaya. Pada 1 November 2026, negara di Asia Selatan tersebut akan menggelar sebuah tradisi spiritual berskala besar dengan mendirikan 108 Jangchub Chorten atau Stupa Pencerahan secara bersamaan dalam satu hari.

Kegiatan yang berlangsung di Gelephu Mindfulness City ini menjadi bagian dari Project 108, sebuah inisiatif kerajaan yang digagas oleh Yang Mulia Raja Bhutan. Ribuan masyarakat Bhutan bersama partisipan internasional diperkirakan berkumpul untuk menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan stupa yang didedikasikan bagi perdamaian, cinta kasih, dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

Baca Juga :
5 Hal Menarik di Bathing Carnival Bhutan, Festival yang Ajak Wisatawan Perang Air Hingga Mandi Air Berkah
Dari Festival Sakral hingga Alam Himalaya, Bhutan Jadi Surga Slow Travel

Keunikan kegiatan ini tidak hanya terletak pada jumlah stupa yang dibangun dalam waktu bersamaan, tetapi juga pada nilai spiritual yang melekat di dalamnya. Dalam tradisi Buddhis, angka 108 memiliki makna sakral, antara lain tercermin dalam 108 volume Kangyur atau kumpulan ajaran Buddha dan 108 butir tasbih yang digunakan dalam doa.

Setiap Jangchub Chorten akan dibangun dengan tinggi sekitar 15 meter dan berjarak 108 meter satu sama lain. Deretan bangunan suci tersebut akan membentuk koridor spiritual di sepanjang Sungai Mau Chhu.

Dalam kepercayaan Buddhis, stupa melambangkan perjalanan menuju pencerahan. Keberadaannya juga menjadi simbol doa dan harapan bagi terciptanya perdamaian, welas asih, serta kesejahteraan semua makhluk hidup.

Tradisi Gotong Royong yang Menjadi Bagian Budaya Bhutan

Di balik pembangunan berskala besar tersebut, terdapat tradisi zhabtog, yakni kebiasaan masyarakat Bhutan mempersembahkan waktu dan tenaga untuk kepentingan bersama.

Melalui Project 108, masyarakat dari berbagai wilayah Bhutan hingga sejumlah negara lain diajak berkumpul di Gelephu. Semangat gotong royong ini memperlihatkan bagaimana nilai spiritual tidak hanya dijalankan melalui ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, Damcho Rinzin, mengatakan Project 108 menjadi representasi warisan spiritual yang masih hidup dan dijaga masyarakat setempat.

"Project 108 merupakan wujud nyata dari warisan spiritual Bhutan yang terus hidup, sekaligus mencerminkan nilai-nilai yang hingga kini menjadi pedoman masyarakat kami. Keistimewaan inisiatif ini bukan hanya terletak pada didirikannya 108 chorten suci dalam satu hari, tetapi juga pada keyakinan, kemurahan hati, dan komitmen bersama yang melandasinya," ujar Damcho Rinzin, dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/10/2026).

Baca Juga :
Deretan Negara yang Tak Pernah Dijajah dalam Sejarah, Ada Tetangga Indonesia
Deretan 5 Negara yang Tak Pernah Dijajah dalam Sejarah
5 Negara dengan Etos Kerja Tertinggi di Asia: Siapakah Juaranya?

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Bupati Bogor Rudy Susmanto
• 18 jam lalu
0
thumb
Menkes Klaim Kasus ISPA di 7 Provinsi Terdampak Karhutla Turun Jadi 1.500-2.000 per Hari Usai Hujan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kemhan AS Ungkap Perang Iran Sedot Anggaran Rp850 Triliun
• 20 jam lalu
0
thumb
Ini 10 Perusahaan Raksasa Israel, Siapa Nomor 1?
• 23 jam lalu
0
thumb
Jawab Kebutuhan 42 Ribu Pesantren di Indonesia, Ditjen Pesantren Siapkan Lima Program Strategis
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.